Data-Data Hasil Aanwijzing Sayembara Gagasan Desain Penataan Dan Pelestarian Kawasan Pusaka

05-05-2015

Berita Acara

Pemberian Penjelasan (AANWIJZING) Sayembara Gagasan Desain Penataan Dan Pelestarian Kawasan Pusaka

Kota Bogor dan Kota Palembang

No : BA/01/Cb-1/IV/2015

Tanggal 29 April 2015

 

Pada hari ini Rabu tanggal dua puluh sembilan bulan April tahun dua ribu lima belas bertempat di Ruang Rapat Direktorat Penataan Bangunan dan Lingkungan  Direktorat dan Jenderal Cipta Karya, lantai 5 Gedung Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jl. Pattimura No. 20 Jakarta, Tim Pelaksana dan Dewan Juri Sayembara Gagasan Desain Penataan dan Pelesatarian Kawasan Pusaka yang selanjutnya dalam berita acara ini disebut Panitia Sayembara, bersama dengan Ikatan Arsitek Indonesia dan para peserta sayembara, telah mengadakan Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) untuk paket pekerjaan sebagai berikut :

Nama Paket Pekerjaan : Sayembara Gagasan Desain Penataan dan Pelestarian Kawasan Pusaka
Rapat dipimpin oleh : Ibu Dian Irawati (Tim Pelaksana Kegiatan Direktorat Jenderal Karya Cipta, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)
Peserta Rapat : Daftar Hadir Terlampir

Rapat dihadiri oleh :

1. Dewan Juri :

  • a. Dr. Ir. Laretha T. Adishakti, M. Arch
  • b. Ir. Arya Abieta, IAI
  • c. Ir. Joessair Lubis, CES

2. Tim Pelaksana Kegiatan Sayembara Gagasan Desain Penataan dan Pelestarian Kawasan Pusaka

3. Tim Panitia Ikatan Arsitek Indonesia

4. Peserta/calon peserta berjumlah 24 orang yang terdiri dari 9 (sembilan) kelompok dan 10 personal

Risalah Aanwijzing

A. Perubahan KAK Sayembara Gagasan Desain Penataan dan Pelestarian Kawasan Pusaka

1. Pada halaman 13 - Bagian Pendahuluan

Gambaran  Umum Kawasan Pusaka di Kota Bogor

Kawasan pusaka yang digunakan untuk sayembara ini adalah...

diubah karena delineasi dibagi menjadi dua bagian, sehingga perubahan KAK menjadi Kawasan Pusaka yang digunakan untuk sayembara adalah kawasan perencanaan Pemukiman Eropa dan Kawasan sekitar Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor dengan total luas kawasan sebesar 142,61 Ha, yang dibagi menjadi dua lokasi pilihan kawasan sebagai berikut :

a. Kawasan Pemukiman Eropa

Luasan pemukiman eropa adalah seluas 59,88 Ha. Delineasi A pada peta dibawah. Kawasan perencanaan Pemukiman Eropa memiliki banyak perumahan peninggalan Belanda dengan arsitektur bangunan yang indah. Keberadaan kawasan ini menjadi daya tarik Kota Bogor, dimana pada kawasan ini mulai berkembang aktivitas lain selain hunian yaitu jasa kuliner dan akomodasi. Kepentingan penetapan kawasan ini menjadi kawasan strategis budaya karena :

  • Pada kawasan ini terdapat bangunan yang merupakan cagar budaya yang perlu dilestarikan
  • Kawasan ini merupakan lingkungan perumahan khas yang perlu dilestarikan dan dapat dibagi menjadi contoh pengembangan perumahan di wilayah kota lainnya

b. Kawasan sekitar Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor (KRB)

Luasan kawasan pemukiman eropa adalah seluas 82,73 Ha. Delineasi B pada peta dibawah ini. Kebun Ryaa merupakan aset Kota Bogor yang juga merupakan aset dunia sehingga perlu dipertahankan kelestarian lingkungannya dengan dukungan kawasan sekitarnya. Pengembangan kawasan sekitar akan mempengaruhi citra dan kondisi Kebun Raya secara tidak langsung, hal ini menjadi pertimbangan mengapa kawasan ini dijadikan salah satu kawasan strategis kota. Kepentingan yang berada dalam penetapan kawasan ini menjadi kawasan strategis lingkungan yaitu sebagai berikut :

  • Tempat perlindungan keanekaragaman hayati
  • Kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem, flora/fauna yang perlu dilestarikan
  • Perlindungan terhadap keseimbangan iklim mikro

2. Pada halaman 17 - bagian C. Khusus

No. 1 Pendaftaran Peserta

Penjelasan teknis sayembara dan tanya-jawab akan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2015 pukul 14:00 WIB diubah menjadi pukul 10:00 WIB

No. 2 Tata cara pemasukan karya sayembara

Setelah poin : Perspektif dan detail  (tampak dan potongan) yang dianggap perlu untuk ditampilkan dalam rangka menjelaskan konsep rancangan ditambah substansi tiap lembar gambar tidak mengikat sesuai urutan diatas dan dibebaskan standar presentasinya

B. Keterangan tambahan dari Dewan Juri dan IAI

1. Ibu Laretha Adishakti :

  • Bahan mengenai 8 instrumen rencana pengelolaan kota pusaka yang disampaikan terpisah dalam lampiran dan merupakan satu kesatuan dalam berita acara ini
  • gagasan sayembara tidak berfokus pada fisik arsitektural saja, namun turut juga mempertimbangkan segala sesuatu yang tangible dan intangible di kawasan pusaka yang dipilih, sehingga gagasan diharapkan dapat menggali keunggulan kawasan yang dipilih.
  • Gagasan desain ini utamanya akan terekspresikan dalam tiga aspek yaitu pembangunan budaya dan kehidupan masyarakat, perencanaan ruang, serta olah desain bentuk, yang ketiganya merupakan  satu rajutan yang tidak terpisahkan antara aktivitas, penataan ruang dan ekspresi bangunan maupun kawasan binaannya.
  • Perenanaan kota pusaka berbeda dengan perencanaan kota tua (fisik) dan kota bersejarah (konversi), dimana produk dari perencanaan kota pusaka harus mampu dimanfaatkan untuk kegiatan budaya, sosial, dan ekonomi. Produk pusaka harus dapat mengkonversi pusaka-pusaka yang berasosiasi dimasa lalu untuk menjadi ragam produk pusaka kehidupan kontemporer yang tetap hormat (respect) ke masa lalu.

2. Bapak Joessair Lubis :

  • Penataan. Dasar hukum penataan merujuk kepada spasial ruang dan bangunan, yaitu UU No. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang dan UU No. 28 tahun 2002 Bangunan Gedung.
  • Pelestarian. Dasar hukum prinsip pelestarian merujuk kepada UU No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang meliputi tida unsur yaitu perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan.
  • Selain nilai keunggulan perlu juga mempertimbangkan nilai keterancaman pusaka dalam gagasan sayembara.

3. Bapak Arya Abieta :

  • Perlu memperhatikan penekanan khusus pada bangunan cagar budaya Arsitektur, dimana bangunan tidak hanya diperlakukan sebagai bangunan cagar budaya arkeologis seperti tertuang dalam UU Cagar Budaya, namun dapat menangkap outstanding value dari banguna tersebut
  • Dalam UU Cagar Budaya, terdapat pembagian zonasi. Peserta diharapkan memiliki pertimbangan yang lebih cerdas untuk zonasi arsitektur, dimana pengembangan kawasan tetap hormat pada masa lalu dan mengikuti 8 instrumen pengelolaan kota pusaka.

4. Beberapa hal yang disampaikan oleh Bapak Ruben Tangido dari IAI sebagi Tim Panitia Sayembara :

  • Substansi untuk tiap lembar dibebaskan untuk standar presentasinya
  • perlunya penambahan foto dan dokumentasi untuk Palembang dan Bogor

C. Sesi Tanya Jawab

1. Sesi 1

a. Apakah ada data mengenai zonasi cagar budaya ?

Jawab : Belum ada penetapan zonasi

b. Apakah bangunan sudah ada identifikasi/klasifikasi untuk bangunan yang dapat diubah fisiknya atau sekedar penambahan ?

Jawab : Tidak ada klasifikasi, hanya secara umum saja yaitu sesuai lima kaidah di UU Cagar Budaya, salah satunya adalah bangunan asli berusia lebih dari 50 tahun, namun karena sayembara sebatas gagasan, maka peserta tidak diharuskan mendetailkan sampai ketahap tersebut.

c. Apakah telah ada peraturan atau regulasi untuk pengarahan kota pusaka diwaktu khusus di masa lalu ?

Jawab :

  • Tidak ada, gagasan dapat merujuk ke sejarah dari kawasan pusaka tersebut namun tidak semata-mata kembali ke masa lalu
  • Untuk kota Bogor, ada wacana untuk mengarahkan Kota Bogor menjadi Kota dalam Taman.

2. Sesi 2

a. Apakah hardcopy dapat dalam format A3 ataukah harus A1 karena sangat sulitnya menemukan tempat yang dapat mencetak kertas A2 di Palembang?

Jawab :

  • Softcopy dan hardcopy tetap dalam format A2
  • Khusus untuk Palembang, peserta dapat mengirimkan softcopy dalam format A1 sedangkan hardcopy akan dibantu dari Jakarta oleh IAI

b. Dalam kawasan Karang Anyar di Kota Pelambang, ada perumahan baru, bagaimana dapat menyingkapinya karena ada penduduk dan perumahan baru di kawasan pusaka ?

Jawab : Ini merupakan bagian dari gagasan peserta. Beberapa contoh rujukan pemindahan penduduk untuk kawasan pusaka yang berhasil adalah di Taman Sari Yogyakarta dan salah satu contoh kasus yang kurang baik adalah pemindahan penduduk dikawasan Borobudur.

D. Tambahan Data

  • File delineasi kawasan dalam bentuk .dwg
  • Dokumentasi video profil pusaka Kota Bogor dan Kota Palembang

E. Pameran

Penyerahan hadian dan pameran hasil karya pemenang sayembara akan dipamerkan di JCC sebagai rangkaian dari acara Water, Sanitation, and Cities khususnya dalam agenda Seminar Kota Pusaka pada tanggal 29 Mei 2015.

LINK SAYEMBARA GAGASAN DESAIN PENATAAN DAN PELESTARIAN KAWASAN PUSAKA :

Dokumen

Filename Filesize Date
Aanwijzing Sayembara Gagasan Desain Penataan dan Pelestarian Kawasan_29April2015.pdf (0 downloads) 2.95 MB 2015-05-05
absensi aanwizjing Pusaka.pdf (0 downloads) 1.16 MB 2015-05-06
Berita Acara Sayembara Kawasan Pusaka.pdf (0 downloads) 2.43 MB 2015-05-05
DATA CAD.rar (0 downloads) 675.7 kB 2015-05-06
FORMAT PRESENTASI SAYEMBARA PUSAKA.pdf (0 downloads) 19.18 MB 2015-05-06
Instrumen Pelestarian Kota Pusaka.pdf (0 downloads) 479.82 kB 2015-05-05
KAK SAYEMBARA KOTA PUSAKA_29 April 2015_hasil aanwizjing.pdf (0 downloads) 2.18 MB 2015-05-05
upload foto BA.rar (0 downloads) 6.3 MB 2015-05-05
UU No_11th_2010 ttg Cagar Budaya.pdf (0 downloads) 126.38 kB 2015-05-05
uu_26_2007_PENATAAN RUANG .pdf (0 downloads) 398.68 kB 2015-05-05
uu_28_2002_bangunan gedung.pdf (0 downloads) 373.5 kB 2015-05-05