Draft laporan FGD RUU Arsitek keYogyakarta, Sumbar, dan Kalimantan Tengah

25-06-2015

FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) NASKAH AKADEMIK DAN DRAFT RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG ARSITEK

A.    Latar Belakang

     Keberadaan profesi arsitek sangat erat dengan perkembangan sejarah dan kebudayaan. Hubungan itu tampak nyata dari pola rancang bangunan yang mengalami perkembangan seiring dengan tingkat perkembangan pengetahuan, keilmuan, dan sejarah manusia. Tata kelola bangunan, pemukiman, penataan lahan, dan bangunan merupakan esensi yang tidak terpisahkan dari suatu sistem arsitektur. Sejarah dan kebudayaan yang berbeda di tiap negara atau tiap region dalam suatu negara turut membawa keberagaman dalam khasanah ilmu arsitektur.
Indonesia sebagai negara yang terdiri dari ribuan pulau, ratusan bahasa, suku bangsa, dan budaya memiliki budaya arsitektur yang beraneka ragam. Budaya itu ditunjukan dari keberagaman rumah adat, lingkungan adat, dan penggunaan material pendukung dalam pembangunan pemukiman adat. Dewasa ini, untuk menghadapi era globalisasi dan diferensiasi pasar bebas masyarakat ekonomi ASEAN, khasanah ilmu arsitektur Indonesia berusaha mengangkat keragaman etnik Indonesia dalam suatu model design bertema atau bernuansa etnik sehingga menjadi suatu ciri orisinalitas gaya arsitektur Indonesia yang membedakannya dengan model atau design negara lain, seperti konsep minimalis, mediterania, dan vennesia.

     Dengan dirumuskannya RUU Arsitek membawa dampak atau pengaruh terhadap masyarakat, khususnya sektor jasa konstruksi yang meliputi bidang teknik, mekanik, electrical, maupun arsitektur. Untuk menghasilkan draft rumusan RUU Arsitek yang baik serta mewakili aspirasi berbagai stakeholder, perlu dilakukan Focus Group Discussion terhadap naskah akademik dan draft RUU Arsitek melalui kegiatan diskusi dalam bentuk penyampaian pandangan, tanggapan, serta masukan terhadap konsep naskah akademik dan draft RUU Arsitek.

B.    Permasalahan

Adapun konsep naskah akademik dan draft RUU Arsitek yang ingin diperdalam dalam diskusi ini diantaranya mengenai:

  • Penetapan standar Arsitek yang meliputi standar program profesi, standar kompetensi, standar kinerja, dan standar keahlian arsitek guna menjamin mutu kompetensi dan profesionalitas profesi Arsitek di Indonesia;
  • Pengaturan lingkup kerja Arsitek dan layanan jasa yang diberikan terkait dengan lingkup kerja tersebut;
  • Proses dan mekanisme sertifikasi, registrasi, dan lisensi Arsitek;
  • Proses dan mekanisme Arsitek Asing dapat melakukan praktik arsitektur di daerah-daerah di Indonesia, dan apa saja batasan bagi Arsitek Asing dalam melakukan praktik arsitektur tersebut;
  • Mekanisme pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi Arsitek;
  • Mekanisme perlindungan terhadap hasil karya arsitektur saat ini;
  • Tugas dan peran asosiasi profesi Arsitek dan Dewan Arsitek saat ini.
  • Pelanggaran yang dapat dikenai sanksi administratif dan jenis sanksinya; dan
  • Perbuatan yang dapat dikenai sanksi pidana dan sanksinya.

C.    Tujuan dan Kegunaan

Focus Group Discussion ini bertujuan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya terhadap konsep draft RUU Arsitek dan pengaturan lain yang belum diakomodasi dalam draft RUU Arsitek. Hasil Focus Group Discussion ini diharapkan dapat memiliki kegunaan dan memberikan sumbangan pemikiran dan masukan-masukan terhadap penyempurnaan konsep draft RUU Arsitek

D.    Lokasi Focus Group Discussion

Untuk memperoleh pandangan, tanggapan, serta masukan tersebut, dipilih 3 (tiga) provinsi yaitu Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketiga provinsi ini dirasakan cukup dapat memberikan keterwakilan tentang praktik kegiatan arsitektur dan profesi arsitek.

E.    Waktu Pelaksanaan Focus Group Discussion

Kegiatan Focus Group Discussion ini dilaksanakan oleh Tim Panja Rancangan Undang-Undang tentang Arsitek, Komisi V DPR RI, di Kota Yogyakarta, pada tanggal 22 Mei – 23 Mei 2015.

F.    Narasumber

Adapun yang menjadi narasumber pada saat Focus Group Discussion di daerah untuk memberikan masukan atas RUU Arsitek yaitu :
a.    Akademisi yang berasal dari Fakultas Teknik Program Studi Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Katolik Atmajaya;
b.    Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kantor Cabang Yogyakarta; dan
c.    Gapeksindo DPC Yogyakarta Raya.

     Demikianlah sedikit informasi laporan Focus Group Discussion ini dalam rangka mendapatkan pandangan, tanggapan, dan masukan atas konsep draft RUU Arsitek dalam rangka penyusunan naskah akademis dan draft RUU Arsitek. Untuk informasi lebih detail mengenai draft laporan FGD RUU Arsitek keYogyakarta, Sumbar, dan Kalimantan Tengah, silahkan download dokumen terlampir dibawah ini.

Dokumen :

Filename Filesize Date
Draft Laporan Kunker FGD DPR RUU Arsitek Kalimantan Tengah 22-23 Mei 2015.doc (53 downloads) 466 kB 2015-06-25
Laporan FGD RUU Arsitek_Jogja.doc (62 downloads) 105.5 kB 2015-06-25
Laporan Kunker FGD DPR RUU Arsitek 28 Mei 2015.doc (48 downloads) 117.5 kB 2015-06-25