KOMENTAR DEWAN JURI IAI AWARDS 2015

02-10-2015

KOMENTAR UMUM

  • Menghargai banyaknya peserta (124)  dalam penyajian yang cukup baik.
  • Secara konsep belum ada perkembangan yang berarti.
  • Dewan Juri mengutamakan karya-karya yang dapat memberikan dampak positif pada dunia arsitektur & lingkungan.
  • Khusus untuk kategori Bangunan Pelestarian, Dewan Juri memutuskan membagi kategori menjadi dua, masing-masing adalah  Bangunan Pelestarian Benda dan Bangunan Pelestarian Tak Benda.
  • Tidak semua kategori dapat diberikan penghargaan dengan pertimbangan :
    1. Jumlah yang masuk pada kategori tesebut terlalu sedikit.
    2. Mutu yang diharapkan untuk memberikan dampak positif pada dunia arsitektur & lingkungan  belum tercapai.

Hotel Ananta (Airmas Asri) = Komersial

  • Menterjemahkan Pola-pola ornamen tradisional kepada/kedalam material dan bentuk-bentuk modern dan kekinian, yang berarti apresiasi terhadap karya seni lokal tradisional.
  • Susunan lurus pada bangunan seperti susunan pada desa di Bali sudah baik
  • Air menjadi unsur terpenting dalam masyarakat Bali dengan membuat plataran yang di susun di bagian tengah berubah fungsi menjadi saluran air
  • Bangunan menggambarkan ke Balian dengan wujud yang modern melalui ornamen

Rumah Budaya Sumba (Yori Antar) = Bangunan Pelestarian non benda

  • Dengan kegiatan ini arsitek memberi contoh bahwa  kegiatan berarsitektur itu tidak selalu mendesain untuk klienya namun bisa berupa advocasi.
  • Yang dilestarikan berupa budaya membangun, seperti pemilihan bahan & proses membangun, termasuk kegiatan ritual (upacara adat).
  • Membangkitkan semangat masyarakat untuk menghargai tradisi.

D Vries = Bangunan Pelestarian

  • Mengembalikan bangunan mendekati kondisi asli namun dengan fungsi yang baru.
  • Restorasi & Revitalisasi.
  • Dan menjadi Icon yang menarik di jalan Asia Afrika (membangun citra kota) di siang maupun malam hari.

DMHQ (ary Indrajanto)m = Bangunan Perkantoran

  • Mampu memanfaatkan dengan cerdik lahan yang terbatas, dengan tetap menghadirkan penghijauan.
  • Mampu menghadirkan komunikasi antara ruang luar dan ruang dalam, dengan menghadirkan dialog dengan lingkunganya.

Town House Alexandria = Bangunan Hunian 

  • Arsitek mampu memanfaatkan lahan yang sempit menjadi bangunan yang efisien dan menarik terutama sebagai bangunan hunian sedang.
  • Mampu memadukan tiga fasad dalam tiga site yang sangat terbatas,tiap tapak di isi oleh dua gugus bangunan.
  • Menghadirkan kembali atap-atap bentuk pelana dengan kemiringan terjal yang mampu menyalurkan air hujan dengan cepat.
  • Mampu mengadirkan pencahayaan & udara alami dalam lahan yang sempit 

The Mori Rumah #1 = Hunian Kecil

  • Upaya untuk memanfaatkan lahan dengan KDB sangat rendah, layak dihargai.
  • Dengan luas lantai yang sangat kecil mampu menghadirkan tata ruang yang kaya.

Perpustakaan UI = Bangunan Pendidikan

  • Material batu melengkapi kesan dan suasana yang mendekati alam.
  • Mampu menghadirkan luang luar yang berfungsi sebagai ruang publik yang tidak hanya dimanfaatkan oleh warga UI melainkan juga bagi masyarakat sekitar.
  • Bangunan menjadi landmark baru di sekitar kawasan danau UI.
  • Ruang-ruang dalam yang terjadi sangat dinamis & geometri non euclidean 

Studi-o Cahaya = Mix Use

  • Mampu menggabungkan 3 fungsi melalui penataan cahaya dan udara alami.
  • Permainan bayangan pada ruang dalam menjadi dramatis dan membentuk ruang yang dinamis.