Pergantian Pimpinan Asosiasi Profesi IAI

04-07-2012

Laporan singkat tentang MUNASLUB IAI 2012, di Surabaya

Harapan Bagi Pembaharuan

Salam arsitek,

Pada hari Sabtu tanggal 2 Juni 2012 yang lalu dan bertempat di Hotel Bumi Surabaya Jawa Timur, telah berlangsung acara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dengan agenda utama adalah pemilihan ketua umum IAI Nasional periode 2012-2015. Kegiatan tersebut berlangsung sebagai kelanjutan atas kegiatan Musyarawarah Nasional (Munas) IAI sebelumnya yang diadakan di Balikpapan pada bulan November 2011 dengan hasil akhir pada waktu itu adalah Dead Lock. Sebagai kepanjangan tangan pelaksana roda organisasi, maka pada waktu itu pula dibentuk Dewan Caretaker yang memiliki tugas utama mengendalikan dan melaksanakan dalam waktu sementara tugas-tugas ketua umum IAI dan menyelenggarakan pemilihan ulang calon ketua umum IAI hingga terpilihnya ketua umum yang baru.

 

Pembukaan Munaslub IAI di Hotel Bumi Surabaya oleh Menteri PAN Ir. Azwar Abubakar
Pembukaan Munaslub IAI di Hotel Bumi Surabaya oleh Menteri PAN Ir. Azwar Abubakar. (foto: arievhs)

Sebelum berlangsungnya MUNASLUB yang dihadiri lebih dari 20 cabang pengurus daerah tersebut, acara dibuka oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Bapak Azwar Abubakar, selaku dahulunya adalah mantan ketua umum pengurus IAI daerah Nangroe Aceh Darussalam (NAD) selama beberapa periode. Pada masa transisi kepengurusan yang lalu, beliau menjadi mediator antara pihak-pihak yang berbeda pandangan. Keberadaan Men PAN juga berhasil mendinginkan suasana yang memang sudah memanas sejak mulai bekerjanya Caretaker dalam upaya mengkonsolidasi upaya pelaksanaan Munaslub guna mencari solusi metoda pemilihan calon ketua umum IAI Nasional. Dan keberadaannya mampu mengkompromikan hal-hal yang selama ini menjadi pokok perbedaan di antara kedua belah pihak.

Pada akhirnya, setelah melalui proses yang berliku dan penuh dengan perdebatan terhadap pemahaman pasal-pasal dalam AD/ART terkait metode pemungutan suara yang sah, maka pada pukul 16.45 WIB akhirnya telah terpilih seorang ketua umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional periode 2012-2015 dengan perolehan suara mayoritas dari dukungan sebagian besar anggota di beberapa cabang daerah di Indonesia setelah mengalami kevakuman pemimpin selama ± 6 (enam) bulan pasca Musyawarah Nasional yang dilangsungkan di Balikpapan tersebut.

Adalah Munichy Bachron Edress, IAI yang sebelumnya adalah ketua IAI Daerah Istimewa Yogyakarta kemudian pada Munaslub di Surabaya kemarin terpilih sebagai ketua umum IAI Nasional yang ‘menumbangkan’ rekan sejawat Bambang Eryudhawan, IAI dalam sebuah pertarungan yang menghabiskan banyak energi serta dihiasi oleh perdebatan dan perbedaan pendapat yang sangat tajam.

 

Ketua umum yang baru Munichy B. Edrees,IAI

Ketua umum yang baru Munichy B. Edrees,IAI. (Dokumen foto: arievhs)

Satu hal yang fenomenal, perdebatan tersebut bahwasannya merupakan perbedaan penafsiran terhadap AD/ART organisasi IAI, dimana khususnya yang terkait hak suara anggota dan tata cara berlangsungnya pelaksanaan pemilihan oleh anggota. Sebagai catatan AD/ART ini telah berusia lebih dari 30 tahun sehingga multi tafsir bisa terjadi mengingat usia dan cakupan wilayah kerjanya saat ini telah berbeda sama sekali dengan kondisi awal mula AD/ART tersebut disusun. Perkembangan jumlah anggota terutama di daerah semakin meningkat seiring kesadaran mereka para arsitek terhadap kepentingan dan kebutuhan asosiasi profesi yang profesional dan sustainable. Perdebatan juga dipicu oleh adanya kesenjangan antara pusat dan daerah terutama dalam pelaksanaan tata kelola kepentingan organisasi profesi ini.

Memang perlu digaris-bawahi bahwa guna menengahi dan menyelesaikan persoalan dilema tersebut maka sangat diperlukan adanya tata kelola baru dalam organisasi agar senantiasa fleksibel, profesional, dan terkini (up-todate) dalam menghadapi situasi multi dimensi kultural yang penuh dinamika maupun situasi era globalisasi yang diharapkan mampu menempatkan arsitek lokal Indonesia sebagai tuan rumah di negerinya sendiri. Oleh karena itu, kesempatan pertama seusai resmi dinyatakan  sebagai ketua umum IAI periode tahun 2012-2015, Ir. Munichy B. Edrees, IAI memberikan sambutan pernyataan yang intinya perlunya kearifan dan kedewasaan berpikir dalam membawa organisasi IAI ke masa depan. Dalam hal ini rekonsiliasi dibutuhkan agar tercegah dari tindakan anarkhis dan perpecahan dalam tubuh organisasi profesi ini.

Terkait rencana program kerja untuk tiga tahun mendatang, Munichy BE, IAI menambahkan tentang perlunya dihidupkan lagi fungsi rayon-rayon daerah dalam rangka menggerakkan cabang-cabang organisasi yang di daerah untuk dapat berpartisipasi aktif dan menempatkan koordinator wilayah sebagai kepanjangan tangan ketua umum dalam menjalankan kebijakan dari nasional. Tentunya kerjasama antar daerah dalam  mengelola dan memajukan IAI sangat diutamakan dalam rangka mencapai target hasil yang sebagaimana diharapkan dalam pendirian organisasi ini.

Semoga dengan apa yang telah dihasilkan dari Musyawarah Nasional Luar Biasa IAI di Surabaya ini dapat menjadikan pelajaran berharga bagi segenap anggota terhadap pentingnya kebersamaan dan toleransi dalam rangka menghasilkan organisasi yang independen, kompenten, maju, fleksibel, kredibel, namun tetap bersahaja demi turut serta dalam mewujudkan cita-cita negara mencapai masyarakat Indonesia yang makmur dan sejahtera. Semoga Allah SWT Tuhan YME menyertai kepemimpinan nakhoda baru IAI dengan penuh amanah dalam membawa organisasi IAI dalam pintu gerbang yang lebih baik.

Semoga.

 

Medio Malabar, 19:28:54 wib

Sabtu 06/06/2012

 

Salam Arsitek

arievhs@09037