Risalah Aanwijzing Sayembara Arsitektur Konsep Desain Masjid Jami' Nurul Amal Muara Gembong Bekasi

17-04-2015

Hari/Tanggal : Rabu, 08 April 2015

Tempat : Ruang rapat  LT 7 Jakarta Design Center

Dihadiri oleh :

1. Bpk. Lemi
  Perwakilan dari Indonesia Syariah Network (ISN)
2. Bbk. Dedy Brantas, IAI
  Ketua IAI Bekasi
3. Bpk. Ruben Tangido
  Ketua Bidang Penghargaan dan Sayembara Arsitektur IAI Nasional
4. Panitia Sayembara
5. Peserta Sayembara

RISALAH RAPAT

Pembukaan

Awal mula sayembara ini dibentuk adalah keinginan ketua Dewan Masjid Indonesia yang menginginkan sebuah standarisasi terhadap bangunan atau desain masjid, jika dilihat di Indonesia bangunan masjid cukup seragam namun apakah bangunan tersebut sudah benar jika dilihat dari sisi syar’inya atau dari sisi sariahnya, dari situlah kami mencoba untuk membuat sebuah panduan untuk standart masjid yang akan memudahkan bagi siapun nantinya membuat masjid dengan panduan ini.

Lokasi  sayembara  berada  dekat memperihatinkan, muara  gembong,  kondisi  masjid  tersebut  saat  ini  sangat memprihatinkan.
 
Pada desain masjid diharapkan tidak hanya sekedar desain masjidnya itu sendiri yang menjadi bagus namun terhadap lingkungn sekitarnya juga menjadi bagus.

Harapan kami dari desain tersebut dapat menarik penyandang dana untuk dapat membangun masjid itu nantinya.

Penjelasan  Sayembara

•    Untuk menjangkau site/lokasimasjid selain melalui darat juga menyeberangi sungai yang lebarnya ±20m,belum terdapat jembatan penyebrangan.
•    Untuk menyebrangi kawasan digunakan perahu bambu kecil/getek,
•    Di sekitar masjid terdapat madrasah dimana pengguna masjid tersebut juga kebanyakan berasal dari madrasah.
•    Dari segi Infrastruktur sendiri masih belum berkembang dengan baik.
•    Pada area ini ketika hujan atau pasang air bisa sampai masuk hingga area dalam masjid.
•    Tinggi air bisa mencapai 1,5m
•    Terdapat hutan pada area tersebut ±3km dari area.
•    Letak lokasi berada di desa pantai harapan jaya, kec. Muara Gembong Kab. Bekasi..
•    Letak muara kurang lebih 7km dari lokasi. Bapak Dedi Brantas (Ketua IAI Bekasi)
•    Jika dilihat dari google earth sesuai dengan titik koordinat yang tertera pada TOR, pencapaian utama tidak dapat menggunakan mobil, jika kita menuju lokasi mobil hanya sampai tempat penyeberangan perahu getek lalu dari penyeberangan tersebut dapat menggunakan motor menuju lokasi melalu pinggir kali.
•    Masjid tersebut biasa digunakan untuk sholat jum’at dan hingga sekarang juga masih sering digunakan untuk sholat jum’at, jama’ah yang datang pada saat sholat jum’at kisaran 100 jama’ah, namun pada saat hari-hari biaya jama’ah yang datang kosong karena penduduk yang berada disana cukup berjauhan antar rumah berjarak antara 200-300m,
•    Mata pencaharian nelayan, petani dan pedagang
•    Kendaraan pertama sepeda motor, kendaraan kedua perahu
•    Jika terjadi banjir bisa sampai sedada orang dewasa
•    Yang dibutuhkan pada masjid tersebut pada saat banjir adalah bisajadimenjadi area evakuasi dikarenakan masyarakat akan berkumpul untuk mencari tempat yang tinggi,
•    Masjid tersebut bisa dibilang hancur, dikarenakan banyak pada bagian masjid tersebut yang tidak bisa dipertahankan,
•    Masjid tersebut memiliki halaman yang dapat didesain nantinya,
•    Perlu dipikirkan juga mengenai sirkulasi atau pencapaian menuju masjid, dan kendaraan yang paling memungkinkan menuju masjid tersebut adalah perahu dan sepeda motor
•    Dan ketika ada yang sakit pada saat terjadi bencana untuk melakukan evakuasi kendaraan yang paling di mungkinkan dan aman adalah perahu karet,
•    Lebar pinggir kali hanya 2-3m selalu becek ketika hujan dan sulit untuk di lewati kendaraan sepeda motor, mobil hanya bisa masuk dari arah timur jika dilihat dari google map,
•    Jika di petakan pada sekitar masjid terdapat madrasah, posisi madrasah tersebut berada di arah timur sedangkan masjid menghadap timur, sebelah selatan sungai, sebelah barat Muara, posisi pengambilan gambar (Video rekaman) sebelah utara, sehingga sungai  tersebut membujur antara timur ke barat.
•    Sebagai informasi atau sebuah masukan bahwa masjid tersebut sangat dibutuhkan sebagai tempat evakuasi jika terjadi bencana banjir, bisa juga sebagai dapur umum atau sebagai central- central penyelematan jika terjadi sebuah bencana di lokasi tersebut.
•    Air tidak sulit didapat namunkebiasaan dari masyarakatnya yang sering berwudhu menggunakan air sungai, jadi pada pinggiran sungai tersebut dibuat seperti undak-undakan dan masyarakat berwudhu disitu.
•    Populasi masjid dan musholah disekitar lokasi cukup banyak, ada sekitar 5 masjid dan mushola dengan jarak sekitar 200-300m,
•    Lalu pertanyaannya adalah jika kita membangun masjid yang besar pada daerah tersebut lalu siapa yang akan menggunakanya dengan daerah yang cukup terpencil akses jalan cukup sulit, sedangkan ada sekitar 5 masjid& musholah yang sudah ada pada daerah tersebut, yang di takutkan jika dibangun terlalu megah jamaah yang datang tidak banyak.
•    Dari faktanya jamaah yang sering datang sekitar 100 pada saat-saat beribadah di hari tertentu, seperti sholat jum’at dan solat pada hari-hari besar masjid tersebut sangat dibutuhkan, dikarenakan masjid & musholah disekitar lokasi cukup kecil.
•    Kata kunci yang dapat saya sampaikan mungkin bisa sebagai masukan, “bahwa masjid ini tidak hanya di gunakan sebagai tempat beribadah namun juga bisa digunakan sebagai tempat evakuasi”, saran tersebut boleh tidak diikuti dan tidak mengikat di dalam tor hanya berupa informasi.

1.    Pertanyaan 1

Bangunan masjid yang sudah kumuh karena banjir tersebut, apakah bangunan mau dibongkar atau dipertahankan dan direnovasi dan element-elemenya dipertahankan?

Jawab
Dari tor tertulis bahwa bangunan boleh dibongkar, dan jika dilihat dilokasi pada bagian mihrab masjid tersebut sudah hancur.
Pertanyaanya kembali adalah, jika memang bangunan di bongkar lalu apa yang menarik dari lokasi tersebut? Dan mengapa harus ada bangunan masjid pada lokasi tersebut? Jawabanya silahkan dipikirkan sendiri,
Menjadi sebuah pertanyaan yang menarik, mengapa harus ada masjid pada tempat tersebut? Jika kita lihat pencapaian cukup susah, bangunan boleh dibongkar & bukan bangunan yang bersejarah, jamaah tidak membeludak dikarenakan masih ada masjid & musholah lain pada daerah tersebut, dan lokasi terletak di daerah pesisir dimana tingkat perekonomianya tidak terlalu baik, sumber prekonomian standart.

2.    Pertanyaan 2

Apakah ada informasi mengenai masterplan pemda pada daerah tersebut? Mengenai KLB & KDB?

Jawab
Mengenai masterplan pada daerah tersebut masih belum, saya tidak punya. Mengenai tanah pada lokasi, surat yang dikeluarkan berupa surat tanah dari desa, jadi mengenai KLB & KDB nyaris tidak ada, seperti halnya pada jaman awal lippo ditangerang pertama kali terbit yang memiliki aturan adalah investor pengembang pada daerah tersebut untuk menentukan KLB & KDB.

3.    Pertanyaan 3

Berapa jumlah KK (KepalaKeluarga) pada sekitar daerah terebut, untuk nantinya jika terjadi sebuah evakuasi bencana?

Jawab
Jika mengenai datanya tidak ada, namun dapat dilihat dari google maps berapa banyak populasi rumah pada daerah tersebut, sehingga asumsikan saja satu rumah tersebut terdapat 3 atau 4 orang.
 
Pada dasarnya lokasi ini terisolir bukan karena letak geografis dari lokasi, namun karena transportasi menuju lokasi, dikarenakan akses lokasi terputus oleh sungai menyebabkan lokasi ini terlihat seperti terisolir

4.    Pertanyaan 4

Potensi Material yang digunakan sebaiknya apa, apakah batu, pasir atau lain-lain?

Jawab
Tidak jauh dari lokasi tersebut terdapat penambangan pasir sungai citarum terletak 5km dari lokasi, jika dilihat dari google terdapat sungai citarum yang membatasi antara kab. Bekasi dan kab. Kerawang. Untuk batu-batuan terdapat batu kapur yang berasal dari Kerawang. Kayu yang terdapat sekitar lokasi berupa kayu kelapa.

5.    Pertanyaan 5

Mengenai aksesibilitas apa termasuk dalam rancangan?

Jawab
Mengenai aksesibilitas bisa saja masuk dalam rancangan, pada dasarnya rancangan ini tidak hanya seputar masjidnya saja namun juga akses menuju masjid & lingkungan sekitar dapat dimasukkan kedalam rancangan sayembara.

•    Pada video (terlampir video site) dapat dilihat sebelum menyebrang ke lokasi terdapat jalan beton yang nantinya dapat digunakan sebagai titik point untuk parkir, dari jalan beton menyebrangi sungai yang lebarnya sekitar ±20m, kemudian melewati madrasah dari madrasah berjarak sekitar 400m menuju site atau lokasi masjid.
•    Pertanyaan lain muncul yakni, Apakah jika dibangunkan masjid dengan bentuk yang cukup luas & megah, tidak menjadi mubazir ketika melihat banyaknya jamaah yang datang? Pertanyaan ini hanya subuah masukkan saja.
•    Bagaimana masjid tersebut dapat mendanai keperluan masjid itu sendiri? Dari pertanyaan itu dimungkinkan juga bagaimana nantinya masjid tersebut didalamnya terdapat kegiatan-kegiatan yang nantinya dari kegiatan itu dapat digunakan untuk mendanai keperluan masjid itu sendiri.
•    Namun akan menjadi berbeda jika masjid tersebut digabungkan dengan pendopo, yang nantinya akan digunakan sebagai acara-acara tertentu, bisa saja masjidnya hanya muat jamaah 30-40 orang pada saat sholat jum’at, hanya sebuah masukan.

6.    Pertanyaan 6

Mengenai banjir pada daerah tersebut hingga sampai setinggi apa?

Jawab
Banjir bisa sampai sedada atau lebih dari 2 m, pada daerah tersebut memang daerah banjir dengan cukup parah

7.    Pertanyaan 7

Pemilik dari masjid tersebut sekarang ini siapa?

Jawab
Saat ini pemilik masjid tersbut adalah masyarakat sekitar, dibangun berdasarkan swadaya masyarakat. Namun saat ini kepengurusan masjid di kelola oleh madrasah yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

8.    Pertanyaan 8

Dari perencanaan itu sendiri apakah dibutuhkan jembatan untuk menuju akses lokasi, baik kendaraan mobil ataupun motor yang dapat mencapai titik site &mengenai lahan parkir apaakah ada permintaan minimal berapa banyak kendaraan untuk lahan parkir?

Jawab
Dikarenakan ini berupa  sayembara gagasan, maka kami kembalikan lagi kepeserta namun disesuaikan dengan keadaan sekitarnya bagaimana transportasi menuju kesana dll.

9.    Pertanyaan 9

Kendaraan yang paling sering digunakan oleh Warga sekitar apa saja?

Jawab
Kendaraan motor dan perahu, untuk informasi jika membangun jembatan untuk mobil sepertinya untuk sekarang ini kurang visible karena pada lokasi tersebut tidak terdapat sumber ekonomi.

10.    Pertanyaan 10

berapa banyak siswa yang terdapat dimadrasah dan tingkat pendidikanya?

Jawab
Total siswa/i madrasah sekitar 100 dan tingkat pendidikanya sampai SMP. dan siswa/i madrasah tersebut juga biasa melakukan sholat di masjid yang disayembarakan.

11.    Pertanyaan 11

bagaimana  nantinya  membawa  bahan-bahan  material  untuk  membangun  menuju lokasi?

Jawab
Mengenai metode membangun tersebut nantinya akan dipikirkan ketika telah sampai pada proses DED.
Sekedar informasi dari jalan beton masuk 50m ketemu pinggir sungai, mobil bak yang membawa bahan material dapat berhenti pada jalan beton, lalu membuat perahu dan menyebrang, membuat perahu baru dikarenakan pada pinggir sungai yang dekat dengan lokasi site tersebut belum terdapat perahu, dan dengan membuat perahu pada jalan tersebut lebih memudahkan nantinya membawa material bangunan menuju lokasi langsung.

12.    Pertanyaan 12

Anggaran biaya yang diminta sebatas mana?

Jawab
Anggaran biaya yang kami butuhkan seperti halnya sayembara pada umumnya sebatas meterpersegi/anggaransecarakasar dari bangunan, karena ketika nantinya dalam DED pastinya masih akan ada pengembangan desain

13.    Pertanyaan 13

Pada tor terdapat luasan tanah, apakah hanya terpaku pada luasan tanah tersebut atau tidak?

Jawab
Luasan tanah itu hanya untuk pembangunan masjidnya saja jika nanti ada rancangan untuk akses menuju madrasah atau ada pengembangan pengolahan terhadap sungainya itu diluar area tersebut.

•    Menuju lokasi sayembara paling enak melalui Bekasi Barat kearah Bekasi utara, lalu daerah Babelan, daerah Tambelan sampai ke Balekambang, kurang lebih 1,5 jam dari Bekasi Barat, patokanya daerah Balekambang, lokasi tersebut tidak jauh dari Balekambang.
•    Pada daerah tersebut saat-saat tertentu ada hewan-hewan liar seperti monyet yang datangnya dari hutan, karena didekat daerah tersebut masih ada pulau-pulau kecil salah satunya pulau buaya.
•    Diharapkan nantinya masyarakat juga aktif dalam masjid, mulai pada saat pembangunan hingga nantinya dapat meramaikan masjid ketika sudah jadi.
•    Pada dasarnya masyarakat disana bukan masyarakat yang tergolong terbelakang dan miskin, tidak semua masyarakatnya miskin, hanya saja aksesnya susah namun bukan berarti masyarakat terbelakang.

14.    Pertanyaan 14

Apakah pada daerah tersebut banyak orang manula?

Jawab
Orang manula disekitar lokasi banyak namun yang ke masjid jarang.

15.    Pertanyaan 15

Jika dilihat dari KAK apakah masjid ini nantinya menjadi model terhadap masjid – masjid lainya jika nantinya membangun di tempat lain, atau bagaimana?

Jawab
Sebelumnya DMI &ISN ingin membuat masjid yang nantinya dapat menjadi sebuah panduan tehadap masjid—masjid lainya, namun kita dari arsitek menyampaikan bahwa keberatan atas hal itu karena sebuah arsitektur itu bisa dibuat jika ada site, jadi intinya rancangan ini untuk site tersebut saja.

16.    Pertanyaan 16

Apakah ada keterbatasan lantai?

Jawab
Pada dasarnya ada sekitar 100 jama’ah yang biasa datang pada acara sholat-sholat tertentu, namun setelah masjid tersebut berkembang diharapkan hingga mencapai 200- 250 jama’ah yang datang.
 

17.    Pertanyaan 17

Berapa tinggi yang ditetapkan untuk nantinya menghindari bencanan banjir?

Jawab
Saran saya adalah 1,5m dari eksisting yang ada sekarang sehingga lebih aman nantinya untuk evakuasi dan dapur umum.

18.    Pertanyaan 18

Apakah masjid tersebut digunakan sebagai tempat beribadah pada saat hari raya?

Jawab
Dulu pada saat belum hancur memang digunakan sebagai sholat dihari raya, namun sekarang mihrabnya sudah hancur dan memang sudah cukup tidak layak untuk di gunakan.


•    Saran saya silahkan cermati google earth untuk mendapatkan ide-ide mengenai lokasi.

Pertanyaan melalui Email :

 1. Apakah diperbolehkan mendesain jembatan yang menghubungkan dari drop off mobil ke area masjid untuk menyebrang sungai? jika boleh apakah ada ketentuan khususnya? Apakah boleh bila desain jembatan itu untuk dilalui mobil? 
 2. Untuk letak area parkir apakah di seberang sungai (area sekitar masjid) atau di area drop off mobil (seperti di tunjukan dalam video kemarin), mohon penjelasannya.
 3. Sore, untuk water treatment sebagai salah satu program ruang yang disyaratkan, bahan baku water treatment sendiri berasal dari air sungai di depan tapak atau penggunaan air bekas penggunaan?
 4. Kemudian,seberapa sering banjir di daerah tersebut,adakah data yang dapat kami baca atau kami gunakan sebagai panduan?
 5. Saya ingin bertanya mengenai ketentuan program ruang pada KAK apakah
 6. sifat nya bersifat mutlak atau masih bisa dirubah sesuai kebutuhan
 7. perancang (tentu dengan alasan yang reasonable.)?
 8. mengenai kapasitas pengguna dan luasan ruang nya juga apakah bersifat mutlak
 9. pula? atau masih bisa dirubah sesuai kebutuhan perancang?
10. Mengenai rumah tipe 36, berapa unit yang harus kami buat?
11. Mengenai anggaran biaya, sejauh apa atau sedetaill apa yang harus kami buat?
12. Mengenai jumlah lantai, sampai berapa lantai yang diperbolehkan?
13. Untuk gambar denah tampak potongan, apakah juga harus dikumpulkan secara terpisah selain yang dilampirkan pada lembar pengumpulan?

 

Jawaban :

No. 1
Boleh saja mengajukan gagasan tersebut sebagai pertimbangan masjid ke depannya, hanya saja kembali ke tujuan kita merancang masjid, pointnya apakah nanti ada manfaatnya untuk umat? Biarlah juri yang akan menilai, sedangkan peserta dapat menjawabnya melalui usulan design nya.
 
No. 2
Untuk area parkir, itu dikembalikkan kepada kreatifitas perencanaan tapak dari arsitek dan yang terpenting reasonable. Boleh dipilih untuk salah satunya karena kami yakin peserta lebih memiliki reason / alasan untuk usulan design nya.

No. 3-4
Water treatment yang dimaksud yakni ke arah pengolahan air bersih dan pengolahan air limbah. Dalam hal ini peserta mengajukan gagasan juga untuk konsep green design nya, salah satunya water treatment tsb.

No. 5-7
Pada prinsipnya, perencanaan design yang kami selenggarakan adalah masjid berdasarkan syar'i. Apabila dikatakan mutlak, sebetulnya menjadi jawaban peserta dalam merancang masjid tersebut. Masalah ada perubahan atau tambahan perancangan biar nanti juri yang menjawab apakah itu menjadi nilai plus atau sebaliknya. Untuk area shalat besarannya mutlak. Namun jika diperlukan program ruang tambahan, bisa disesuaikan dengan gagasan dari arsitek.

No. 8-9
Saat ini objective nya tetap pada KAK, namun panitia berharap perancang / arsitek tetap mempertimbangkan untuk jangka panjangnya.

No. 10 skip dulu yah mba,

No. 11
Mengenai anggaran biaya silahkan sejauh mana peserta bisa mempresentasikannya

No. 12
mengenai jumlah lantai tidak ada ketentuan khusus, mengingat KDB, KLB, GSS, dll masih belum terlihat. Karena ini sayembara konsep baiknya usulan baiknya usulan design disesuaikan saja dengan kebutuhan ruang yang ada pada KAK

No. 13
boleh dilihat kembali pada KAK, apabila peserta merasa kurang boleh saja menambahkan kertas dan diberi judul sesuai lembar yang akan ditampilkan peserta.

Nb :
Update Foto & Video dapat dilihat di Fb :
Sayembara Arsitektur Iai Nasional Atau Video melalu
Website :  www.sayembaramasjid.ucontest / www.iai.or.id
Link video perjalanan menuju lokasi :

 

Dokumen :

 

Filename Filesize Date
Foto-foto Lokasi Sayembara Arsitektur Konsep Desain Masjid Jami Nurul Amal Bekasi.rar (1 downloads) 2.98 MB 2015-04-17
Risalah Aanwijzing Sayembara Arsitektur Konsep Desain Masjid Jami Nurul Amal Bekasi.pdf (1 downloads) 141.16 kB 2015-04-17