Beranda » Penghargaan » Hasil Penghargaan » Penghargaan IAI 2008
Administrator: 28-04-2009   Bookmark and Share

Penghargaan Ikatan Arsitek Indonesia 2008

Penghargaan IAI Nasional 2008 telah dilaksanakan dengan sukses, diakhiri dengan acara Malam Penghargaan IAI Nasional 2008 yang diadakan di Grand Indonesia pada tanggal 19 Desember 2008 yang lalu. Semoga karya-karya para penerima Penghargaan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional 2008 dapat menjadi inspirasi bagi seluruh arsitek di Indonesia untuk saling berlomba dalam berkarya mewujudkan lingkungan binaan yang dapat memberikan dampak positif untuk kehidupan generasi yang akan datang.dan memajukan arsitektur Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Memberi penghargaan atas karya para Arsitek dan Komunitas Pemerhati bidang Arsitektur merupakan tradisi dalam organisasi profesi Arsitek di seluruh dunia, termasuk Ikatan Arsitek Indonesia. Kegiatan ini diadakan setiap 3 tahun sekali. Penghargaan yang diberikan oleh IAI ini diharapkan dapat memacu para Arsitek untuk menciptakan lingkungan binaan yang memberi dampak positif untuk kehidupan generasi yang akan datang. Program ini diselenggarakan oleh Pengurus Nasional IAI dengan panduan yang disusun secara seksama agar mutu dan nilai program penghargaan ini terjaga sepanjang masa. Kegiatan Penghargaan IAI 2008 kali ini mengusung tema “Arsitektur yang Memperhatikan dan Menanggapi Isu Pemanasan Global dan Perbaikan Kualitas Lingkungan Binaan di Indonesia”, hal ini didasari oleh Iklim Tropis yang melekat di bumi Indonesia dan fenomena kerusakan alam di dunia ini secara umumnya (Global Warming).

Penghargaan IAI 2008 ini diikuti oleh 37 arsitek dengan 63 karya yang berasal dari seluruh Indonesia. Proses penjurian telah berlangsung pada hari Sabtu, 11 Oktober 2008 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Dihadiri oleh Isandra Matin Ahmad sebagai Ketua Badan Penghargaan IAI Nasional, beberapa orang panitia, serta 5 orang juri yang terdiri dari Eko Prawoto, Budi Lim, Sonny Sutanto, Johannes Widodo dan Bert De Muynck, acara dimulai dengan pemilihan ketua dewan juri yang akhirnya diputuskan Eko Prawoto sebagai ketua terpilih. Pada Penghargaan IAI Nasional 2008 ini Badan Penghargaan IAI mengundang juri-juri dengan komposisi yang seimbang antara praktisi, akademisi dan pengamat arsitektur baik dari dalam negeri dan luar negeri, sehingga para penerima Penghargaan IAI Nasional benar-benar merupakan arsitek-arsitek dengan karya-nya yang terbaik. Profil-profil para dewan juri Penghargaan IAI Nasional 2008 adalah sebagai berikut:

  1. Eko A. Prawoto
  2. Eko Prawoto, beliau adalah seorang akademisi dan praktisi. beliau menyelesaikan S1 di UGM dan kemudian melanjutkan S2 di Berlage Institute - Amsterdam. beliau memiliki banyak wawasan di bidang pengolahan material alam dan arsitektur vernacular. Sekarang beliau aktif mengajar di Universitas Kristen Duta Wacana dan menjalankan Eko Prawoto Architecture Workshop.

  3. Budi lim (PT Budi Lim Architects INDONESIA)
  4. Budi Lim, beliau adalah seorang praktisi yang sangat concern dengan konservasi bangunan-bangunan tua. Beliau pernah mendapatkan Indonesian Eisenhower Exchange Fellow pada tahun 1998 dan menerima penghargaan terbaik dari UNESCO Asia Pacific Heritage Award. Beliau menyelesaikan S1 Urban dan Arsitektur di Oxford Polytechnic/Oxford Brooke University UK dan merupakan anggota R.I.B.A (Royal Institute of British Architects) sejak tahun 1982.

  5. Bert de Muynck
  6. Bert Deymunck, bert de muynck adalah seorang pemikir arsitektur muda yang berkebangsaan belgia. Bert memiliki akses langsung ke beberapa majalah arsitektur tingkat dunia, seperti MARK, Domus dan ID. Beliau menyelesaikan S1 di Catholic University Leuven, Belgia dan menyelesaikan GAS Cultural Science di Free University Brussels, Belgia.

  7. Johannes Widodo
  8. Johannes Widodo, beliau adalah seorang akademisi, yang sekarang mengajar di National University Of Singapore sebagai Associate Professor. Beliau menyelesaikan S2 di University K.U. Leuven, Belgia dan S3 di University of Tokyo. Beliau memiliki banyak wawasan dan perhatian yang besar terhadap perkembangan arsitektur vernakular di asia tenggara.

  9. Sonny Sutanto
  10. Beliau adalah seorang akademisi dan praktisi, beliau menyelesaikan S1 di UI dan S2 di Amerika. beliau dinilai memiliki pengalaman yang banyak pada bangunan komersial dan interior.

Proses penjurian dimulai dengan melihat panel-panel peserta Penghargaan IAI secara keseluruhan dan memutuskan beberapa karya yang didiskualifikasi karena tidak memenuhi format penyajian panel yang telah ditetapkan. Penjurian dilanjutkan dengan membahas karya para peserta Penghargaan IAI Nasional 2008 satu persatu (dipresentasikan melalui slide) dan menentukan beberapa kategori, yakni:

  1. Architect & Project
  2. Cultural & Regional
  3. Context & Client

Setelah melihat dan membahas karya para peserta Penghargaan IAI Nasional 2008, para juri berdiskusi untuk melakukan seleksi awal. Pada awalnya panitia meminta para juri untuk menyeleksi 20 karya, tetapi setelah melalui seleksi yang cukup ketat akhirnya hanya 17 karya yang terpilih oleh para juri. Ketujuh belas karya yang terpilih tersebut dilanjutkan dengan melakukan penjurian sistem scoring berdasarkan 3 kriteria yang telah ditetapkan. Setelah melalui perdebatan serta diskusi hangat, akhirnya terpilihlah 9 karya terbaik penerima Penghargaan IAI Nasional 2008 dalam 3 kategori.