Frequently Asked Questions

Informasi di bawah ini bermaksud menjawab pertanyaan yang sering diajukan sehubungan dengan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan IAI. Walaupun tidak dimaksudkan untuk mencakup semua aspek dari program PKB, jawaban pertanyaan ini diharapkan dapat memberi gambaran garis besar program PKB. Frequently Asked Qustions ini akan selalu diperbarui dari waktu ke waktu untuk merefleksikan informasi terkini dari program PKB IAI.

1. Apa yang dimaksud program PKB IAI?

Program PKB adalah sistem pengembangan keprofesian yang berkelanjutan yang dijalankan oleh IAI untuk selalu memelihara dan meningkatkan kompetensi anggotanya. Tujuan dari program ini adalah membuat arsitek selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilannya. Bahwa arsitek harus menyadari pengetahuan dan keterampilan dapat menjadi beku dan ketinggalan jaman sehingga tidak relevan lagi untuk menjalankan profesiinya.

2. Siapa yang harus mengikuti program PKB?

Program PKB dapat diikuti oleh siapa pun. Hanya saja bagi Pemegang SKA diharuskan untuk mengikuti program PKB ini untuk dapat memperpanjang SKAnya.

3. Berapa nilai KUM yang harus dikumpulkan untuk memperpanjang SKA?

105 KUM, yang minimal berisi 3 kategori kegiatan Penyerapan, Pengolahan, dan Pendayagunaan.

4. Apakah kelebihan nilai KUM dalam satu periode dapat diakumulasi untuk periode berikutnya?

Bisa, tetapi hanya untuk satu periode ke depan.

5. Apa akibatnya kalau nilai KUM tidak memenuhi 105 dalam 3 tahun?

Sertifikat Keahlian (SKA) tidak dapat diregistrasi ulang.

6. Bagaimana prosedur mendapat nilai KUM PKB?

Nilai KUM PKB dapat diperoleh dari kegiatan-kegiatan yang diakui Badan PKB maupun kegiatan lain yang masih relevan dengan program PKB IAI.

7. Kegiatan apa saja yang dapat diakui sebagai kegiatan PKB?

Semua kegiatan yang diorganisir oleh IAI maupun diluar IAI tetapi telah diajukan kepada Badan PKB untuk diverifikasi dan diakui sebagai Kegiatan PKB.

8. Apakah hanya kegiatan yang diakui Badan PKB yang mendapat nilai KUM?

Tidak. Pemegang SKA dapat mengajukan kegiatan selain yang diakui Badan PKB untuk dinilai KUMnya.

9. Apa bedanya kegiatan yang diakui Badan PKB dengan kegiatan lainnya?

Kegiatan yang diakui Badan PKB lebih pasti nilai KUMnya, sedangkan kegiatan di luar itu bisa memperoleh nilai KUM, tetapi bisa juga tidak. Disamping itu kegiatan yang diakui Badan PKB akan mendapat nilai KUM lebih besar dibanding yang tidak diakui Badan PKB (untuk kategori dan klasifikasi yang sama).

10. Arsitek sebagai praktisi sering tidak banyak waktu luang mengikuti seminar, pelatihan, dsb. Bagaimana untuk mendapat nilai KUM?

Nilai KUM sebenarnya dapat diperoleh dari berbagai cara. Proyek yang dikerjakan arsitek bisa menjadi nilai KUM apabila yang bersangkutan membuat Laporan Perancangan untuk dapat dibaca rekan-rekan lainnya. Atau dari proyek tersebut dia membuat paparan di depan koleganya. Atau pada saat proyek berjalan, dimana sering datang suplier menawarkan bahan bangunan, dia dapat mengorganisir presentasi bahan tersebut sehingga dapat diikuti rekan-rekan lainnya.

11. Bagaimana cara melaporkan kegiatan PKB yang saya ikuti?

Setiap selesai mengikuti kegiatan, Anda dapat mengirimkan salinan lembaran logbook kegiatan yang baru diikuti, untuk diverifikasi dan dicatat Badan PKB. Menjelang habis masa berlaku SKA, Anda harus mengumpulkan salinan logbook kepada Badan PKB sebagai syarat untuk memperpanjang SKA.

12. Dimana saya bisa memperoleh informasi lebih lanjut?

Informasi lengkap program PKB dapat diperoleh di Sekretariat IAI Nasional via 021 5304623, 021 5304715 atau fax 021 5304722 atau website www.iai.or.id atau email pkb@iai.or.id