Aanwijzing Sayembara Arsitektur Rumah Baileo Di Kab. Maluku Tengah, Prov.Maluku

11 Juni 2014
13.30 s/d 15.30
Ruang Rapat lt.7 Jakarta Design Center (JDC), Jl. Jend Gatot Subroto kav.53 Jakarta 10260


Penjelasan Lokasi Sayembara Oleh :
Bapak. Hasan Firdaus
Kepala Bidang Kemeterian Pekerjaan Umum Maluku Tengah

  • Pada lampiran mengenai rumah adat hanya merupakan sebuah filosohy yang terdapat pada semua rumah adat di Maluku
  • Kata maluku sendiri dalam bahasa arab berartikan Jazirah Raja-raja, pada Kabupaten Maluku Tengah terdapat 185 Negeri dari setiap negeri dihuni oleh raja-raja dan memiliki filosophy yang berbeda, namun intinya terdapat 2 ikatan besar persekutuan yakni Pata Siwa (rumah adat dalam bentu Panggung) dan Pata Lima (rumah adat dalam bentuk lantai).
  • Filosophy yang ada memang tidak mungkin untuk diadopsi semua dalam design, intinya baileo ini bertujuan untuk menjadi sebuah simbol dari Kabupaten Maluku Tengah.
  • Mengenai tiang 5 dan arah bangunan yang harus sejajar dengan arah matahari filosophy tersebut merupakan filosophy yang terdapat pada suku asli di Maluku Tengah suku Naulu, filosophy tersebut hanya sebagai referensi rekan-rekan semua.
  • Fungsi dari pendopo :
    1. Pelantikan pejabat
    2. Menjamu tamu-tamu baik tamu dari luar kabupaten
    3. Acara-acara resmi
    4. Atau acara-acara adat
  • Usahakan agar bangunan terbuka dan tidak berdinding, namun ada ruang-ruang tambahan pada lokasi tersebut yang harus berdinding hal tersebut dapat menyesuaikan dengan keperluan yang ada.
  • Dalam contoh pada lampiran rumah adat baileo lebih banyak berbentuk panggung (pata siwa) jika dilihat dari segi kesakralan rumah adat dalam bentuk Pata Siwa lebih sakral.
  • Pada bagian seberang kanan dari peta merupakan Masjid Raya dan pada bagian sebrang kiri merupakan Rumah sakit,
  • Ukuran Kota Maluku Tengah 3km x 2km,
  • Kondisi lahan pada site relatif datar, kecuali pada lahan tambahan memiliki kemiringan 15%-30%
  • Guest house lama digantikan dengan guest house baru,
  • satu massa bangunan guest house yang ada didalamnya terdapat 2 kamar, 1 kamar mandi dan 1 teras, sehingga terdapat 4 kamar biasa, kamar 2 VIP dan 1 ruang makan.
  • Kapasitas 500 Orang hanya didalam pendopo, diperkirakan jika ada acara besar akan ada 1500 Orang pada kawasan tersebut dan menggunakan tenda tambahan diluar pendopo,
  • mengenai sitenya (dilihat pada Video) bagian kiri terdapat rumah sakit, dari pintu masuk utama yang terdapat pos lurus kedepan langsung menghadap laut.
  • Bangunan parkiran baru masih dipertahankan, pada bagian belakan parkiran terdapat lokasi tambahan sekitar 50mx150m, yang merupakan lokasi pengembangan
  • Pada lokasi terdapat rusa-rusa liar sekitar 70 ekor, jenis rusa berbeda dengan rusa dibogor, rusa lebih besar, memiliki tanduk panjang dan sedikit agresif, yang nantinya rusa-rusa tersebut tidak berada di lokasi itu.
  • 3 bangunan yang dipertahankan yakni rumah Bupati, Garasi mobil dan Pos Keamanan yang terdapat pada gerbang utama.
  • Lokasi site datar, namun pada lokasi pengembangan mimiliki Kemiringan bukit 15 – 30 %
  • Pada satuan site 1000mm = 1m
  • Luas lokasi tidak sampai 2hektar
  • Jalan Masuk tetap dipertahan pada area dekat Pos yang baru dibangun.
  • Penduduk sekitar 50.000 jiwa,
  • Letak Pendopo pas ditengah-tengah kota Masohi,
  • Bangunan baru tidak ada yang dibuat bertingkat, semua satu lantai.
  • Peninggian lantai diperbolehkan, namun ruang kosong pada bagian bawah lantai tersebut tidak difungsikan.

Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan 1 :
Antara guest house dengan rumah Bupati tidak ada pembatas atau pagar?
Jawab

  • Pagar hanya terdapat pada bagian luar area saja untuk membatasi, namun pada bagian dalam area tidak terdapat pagar apapun
  • Pada area ini yang dipertahankan hanya rumah Bupati dengan parkiranya dan juga pos yang terdapat pada pintu masuk utama, dan yang akan disesain ulang adalah pendopo, guest house dan perancangan penataan lokasi agar tidak ada lahan yang terbuang,

Pertanyaan 2 :
Pendopo digunakan untuk acara umum, seperti digunakan untuk acara mahasiswa, acara-acara remaja atau pemuda maluku tengah?
Jawab :
Biasanya digunakan untuk acara umum juga seperti natalan, pengajian, tidak bisa digunakan untuk acara mahasiswa atau pemuda-pemuda setempat, hanya untuk acara formal saja yang diadakan oleh pemda.
Pada bagian belakan area pengembangan yang berbatasan langsung dengan jalan tidak terdapat jalan menuju jalan besar.

Pertanyaan 3 :
Apakah ada perda mengenai peraturan pembangunan gedung traditional?
Jawab :
Mengenai perda pada Kabupaten Maluku Tengah hanya ada perda pembangunan gedung saja.

Pertanyaan 4 :
Apa ada aturan KDB dan KLB?
Terdapat pada RDTR namun belum disahkan, diperkirakan maksimal 60%.

Pertanyaan 5 :
1. Pertanyaan mengenai guest house terdapat ruangan apa saja didalamnya?
2. Apakah pembangunan pendopo nanti diharuskan berbentuk panggung?
Jawab
1. Didalam guest house yang sekarang ada terdapat 2 kamar, 1 teras dan 1 kamar mandi dibagian dalam,
2. Untuk bangunan penginapan masih dimungkinkan untuk di kembangkan, namun bangun VIP dibuat terpisah dari bangunan penginapan biasa, ruang makan juga terpisah dan dapat dihubungkan dengan koridor.
3. Pembuatan pendopo yang baru nanti tidak diharuskan berbentuk panggung, dibebaskan untuk menggunakan Pata siwa atau Pata lima
4. Pembangunan pendopo tidak terlalu terpaku pada kaidah-kaidah bangunan tradisional yang ada namun dapat menjadi icon dengan nuansa khas dari maluku tengah.

Pertanyaan 6 :
Berapa banyak mobil yang biasa terpakir jika ada acara besar?
Jawab :

  • Mobil parkir paling banyak 75 mobil jika ada acara gubernur yang berada dikawasan. Namun jika acara besar mobil bisa juga parkir di luar area
  • Kondosi lahan parkir yang tersedia sekarang cukup hanya butuh tambahan untuk sirkulasi mobil keluar dan masuk.

Pertanyaan 7 :
1. Kondisi tanahnya bagai mana?
2. Dan pondasinya tanah kira-kira berapa meter kebawah?
Jawab :
Kondisi tanah agak berkarang, 2 meter kebawah itu sudah karang,

Pertanyaan 8 :
Target biaya berapa?
Jawab:
Dibangunan pendoponya sendiri diperkirakan 12M diluar guest house dan lain-lain

Pertanyaan 9 :
Ada penggunaan bahan yang direkomendasikan tersendiri untuk pembangunan pendopo, apakah harus menggunakan kayu atau beton dll?
Jawab :
Tidak ada rekomendasi khusus harus menggunakan bahan apa, namun disana yang menjadi ciri khas terdapat material kayu besi/kayu ulin dan kayu lingu/kayu jati.

Pertanyaan 10 :
Apakah bangunan pendopo ini diharapkan lebih ke modern atau traditional?
Jawab :
Terdapat ornamen khas dari maluku tengah, yang mencerminkan dari kearifan lokal. Dan atap yang biasa terpakai atap genteng metal (jenis Rainbow)

Pertanyaan 11 :
area pengembangan pada pendopo terdapat kemiringan sektar 15%-30%, kearah mana kemiringan tersebut?
Jawab :
Kemiringan menghadap ke pendopo dan lokasi lahan pengembangan tersebut lebih tinggi dari pendopo, area tersebut juga termasuk kedalam area perencanaan.

Pertanyaan 12 :
Pagar dan Gerbang atau gapura terletak disebelah mana?
Jawab :
Pagar pintu masuk yang terdapat pos tidak dapat di pindahkan namun boleh ditambahakan pagar atau gapura, sedangkan pada pintu masuk yang lain dapat di pindahkan atau dirubah tergantung dengan perencanaan nantinyaa.

Pertanyaan 13 :
Jika pada guest house dibuat menjadi satu bangunan hanya dibagi peruangan yakni ruang penginapan biasa, ruang penginapan VIP dan ruang makan apa diperbolehkan?
Jawab :
Dipisahkan saja, untuk memberikan privasi pada ruang VIP, masa bangunan sama seperti itu ruang vip terpisan menjadi 1 masa bangunan dengan 2 kamar, dan untuk guest house biasa terserah dipisah atau dijadikan 1 masa bangunan. Ruang makan juga terpisah, bisa dihubungkan dengan selasar dll.

Pertanyaan 14 :
Apa boleh bangunan dibuat bertingkat?
Jawab :
Bangunan hanya boleh di buat satu lantai semua, bangunan yang bertingkat hanya rumah bupati saja. Bangunan pendopo jika dibuat lebih tinggi atau peninggian lantai bisa namun pada bagian bawah tidak digunakan untuk fungsi apa pun, tidak di ijinkan untuk 2 lantai

Pertanyaan 15 :
Rumah baileo dimungkinkan untuk dibuat jauh dari konsep rumah baileo yang ada, dan tidak harus menggunakan kepala,badan,kaki pada bangunan atau tetap pada kaidah rumah ada yang ada?
Jawab :
Diharapkan kaidah-kaidah tersebut tetap ada pada desain rumah baileo nanti, karena sesuai dengan rencanan bahwa rumah adat ini akan menjadi icon atau simbol budaya dari Kota Maluku Tengah.

Pertanyaan 16 :
1. Apakah sering terkenan gempa pada wilayah tersebut?
2. Berapa ketentuan jarak antar bangunan yang ada?
3. Didalam area apa diperbolehkan menaruh pagar batas antara guest house dan podopo atau pada massa bangunan yang lain?
Jawab :

  • Gempa sering terjadi, karena masuk kedalam ring of fire, frekuesnsi terjadinya gempa hampir sama dengan di bengkulu hampir tiap hari namun dengan skala yang tidak besar. Namun dari kontruksi bebas bisa beton, baja ataupun kayu. Gempa besar terjadi 2 tahun sekali
  • Jarak antar bangunan tidak ada, bisa disesuaikan saja paling tidak 4 meter, perencanaan disesuaikan agar lahan tidak banyak terbuang.
  • Didalam area antara guest house, area pendopo dan rumah bupati jangan ada pagar didalam kawasan site tersebut, pagar hanya terdapat diluar untuk membatasi kawasan tersebut dengan bangunan yang terdapat disebelahnya.

 

Site Kawasan

 

 Teknis Penyelenggara

  • Tata cara pengumpulan karya WAJIB mengikuti ketentuan yang ada di KAK.
  • Skala dibebaskan menyesuaikan dengan lembar A2 tersebut
  • Data softcopy yang dikirim by email seluruh gambar disatukan dalam satu folder dengan besaran 2MB, dan data softcopy juga di Burning dalam CD dengan ukuran resolusi yang lebih besar dikirim bersamaan dengan karya dan dimasukkan kedalam amplop A4 besama dengan Formulir.
  • Panel karya tidak diperkenankan untuk memasukkan identitas apapun hanya berupa judul dan halaman lembar.
  • Amplop A4 berisikan Form pendaftara beserta kelengkapan administrasi lainya dan CD softcopy.
  • Amplop A2 berisikan panel karya.

 

Presentasi terbaik Tanggal 10 Agustus 2014
Foto Kawasan terbaru & Video Kawasan Terlampir.