Risalah Aanwijzing Sayembara Arsitektur Museum Batik Indonesia Di TMII

RISALAH AANWIJZING
SAYEMBARA ARSITEKTUR MUSEUM BATIK INDONESIA Di TMII

Hari/Tanggal     : Selasa, 8 Juli 2014
Tempat               : Ruang Rapat Gedung Pengelola TMII lt. 3
Agenda               : Aanwijzing Sayembara Arsitektur Museum Batik Indonesia

Penjelasan Lokasi Site oleh
Bapak. Arief Djoko Boediono,
Staff Khusus Direksi TMII

Pejelasan Seputar TMII

  • TMII merupakan objek fital nasional sejak tahun 2008
  • TMII menjadi konservasi Flora dan Fauna, yang nantinya akan bersangkutan dengan pengembangan arsitektur landsekap yang akan ada disekitar gedung museum batik indonesia
  • TMII merupakan lembaga pelestari kebudayaan Indonesia,
  • TMII sebagai Wahana kerukunan dan toleransi antar umat beragama,
  • Pada tahun 2013 TMII diakui sebagai sasana keberagaman museum sumber inspirasi peradaban bangsa oleh direktoran pelestarian cagar buadaya dan permuseuman TMII, hal ini dianggap penting sehingga nanti pada waktu mendesain sasana keberagaman museum dan sumber inspirasi tersebut dapat di tuangkan didalam desain.
  • Pada Bulan April 2014 TMII ditetapkan sebagai wahana persatuan dan kesatuan bangsa oleh kementerian dalam negeri.
  • Desain bangunan yang akan dibuat diharapkan memiliki keserasian dan keseimbangan antara desain yang akan dibuat dengan lingkungan sekitar yang sudah terbentuk, sehingga komposisi massa bangunan perlu ada kajian dari segi landsekap arsitektur terhadap lingkungan.
  • TMII sedang mengusahakan agar dapat akui oleh UNESCO sebagai Ruang Budaya Tak Benda Best practices intangible cursor heritage.
  • Desain mampu mewujudkan bahwa TMII ini menjadi exclusive museum dan living monument mohon dua hal tersebut dapat di explore.
  • Pesan dari Direktur Utama TMII bahwa : museum ini nantinya harus Baik, Harus serasi dengan memperhatikan aspek keserasian bangunan terhadap museum museum-museum lainya.

Penjelasan Lokasi Site

  • Pada Peta Utara terdapat diatas
  • Lahan merupkan bagian dari sisi barat museum keprajuritan Indonesia,
  • Lahan ± =6400
  • Pada areal tersebut bangunan pokoknya adalah Museum Dunia Air Tawar, dimana terdapat jembatan penghubung menuju Museum Asmat,
  • Pada bagian sisi dari museum serangga terdapat taman kupu yang bangunanya semi permanen, taman kupu-kupu akan dibongkar dan masuk dalam proyek pengembangan dan lokasinya akan dipindahkan, bisa kebagian belakang gedung museum serangga. Taman Kupu-kupu didesain agar serasi dengan lingkungan yang ada.
  • Pada peta pintu gerbang dari Museum Batik akan terlihat berada pada bagian belakang Museum Serangga, tidak dapat dikatakan demikian dikarenakan kita juga memiliki kewajiban untuk mendesain landsekap pada museum batik dimana harus mengkondisikan adanya akses berupa teras atau apapun. perlu adanya kajian desain landskape arsitektur terhadap museum keprajuritan, museum pusaka, museum serangga dan museum air tawar.
  • Pintu akses yang terdapat pada bagian depan jalan menjadi akses utama terhadap 5 museum, dimana akan ada 5 kegiatan besar dengan menggunakan akses tersebut (Museum Pusaka, Museum Keprajuritan, Museum Batik, Museum Serangga, Museum Air Tawar, bisa juga termasuk dengan Museum Asmat yang jalan masuknya bisa menggunakan jembatan menuju Museum Dunia Air Tawar).
  • Aksesbilitas/servis dari museum batik tidak akan menggunkan jalur utama, namun melalui bagian belakan museum keprajuritan atau pada bagian belakang gedung yang nantinya akan dibuatkan jalan, jalan tersebut digunakan untuk naik turun barang dan juga pada saat pembangunan nanti.
  • Museum Dunia Air Tawar dan Museum Serangga juga akan dilakukan pengembangan, kemungkinan akan dibangun pintu gerbang utama untuk dua museum tersebut, selain itu ada permintaan juga dari management untuk menghidupkan museum asmat dimana akses ke museum tersebut cukup jauh, oleh karena itu diperlukn pemikiran mengenai tataruang dan Signage agar orang-orang mengetahui dan tertarik untuk datang ke Museum Asmat
  • Garis kuning yang terdapat pada peta jika ditarik garis lulur akan bertemu dengan tugu api pancasila, sehingga terdapat sebuah orientasi bangunan. Silahkan di pikirkan orientasi bagunan terhadap bangunan yang ada disekitarnya.
  • Peserta diharapkan membuat Enterance yang menarik pengunjung untuk masuk ke museum-museum yang terdapat pada area tersebut.
  • Di pikirkan juga bagaimana menarik pengunjung untuk datang ke museum batik bisa saja pada museum batik nanti dibuat galery atau semacamnya guna menarik pengunjung untuk datang, sehingga dampaknya museum-museum disekitanya menjadi ramai.
  • Parkir terpadu bisa saja pada halamannya nanti desediakan juga lahan untuk parkir, bisa untuk parkir kendaraan karyawan atau parkir pengunjung perkiraan hingga 100 mobil
  • Tinggi bangunan merujuk pada peraturan DKI maksimum 4 Lantai.
  • Pada bangunan harus terdapat identitas mengenai indonesia,
  • Tugu api pancasila akan terlihat jika nantinya bangunan dibuat 3 lantai.
  • Diharapkan desain bangunan dibuat terpadu dengan lingkungan, tidak hanya terpaku dengan satu pintu masuk dan disekitanya dipagari dengan tembok, namun diharapkan akses menuju museum batik bisa dilakukan melalui Museum Serangga, Museum Pusaka ataupun Museum Keprajuritan dengan tidak terlihat saling membelakangi,
  • Batas antar Museum disarankan menggunakan tanaman, oleh karea itu dibutuhkan kajian khusus mengenai landsekap

Sesi Tanya Jawab

Petanyaan 1

Pembangunan dilakukan berapa tahap?
Jawab
Pembangunan dilakukan satu Tahap tergantung kebijakan pemerinta nantinya,

Pertanyaan 2

Apakah interior termasuk dalam sayembara ini?
Jawab
Interior tidak termasuk dalam sayembara ini. Akan ada tender berbeda untuk interior. Kami hanya butuh art impression pembagian ruang dalam sayembara , namun tidak detail sampai ke vitrin.

Pertanyaan 3

Bisakah diberikan penjelasan tentang Rencana Pengembangan Museum Serangga dan Aquarium Air Tawar?
Jawab
     Secara garis besar Museum Serangga dan Museum Aquarium Air Tawar tidak memiliki areal penerima, oleh karena itu pada rencanan pengembangan nantinya akan dibuatkan area penerima bukan hanya untu Museum Seranggan dan Dunia Air Tawar saja namun untuk ke-5 Museum pada area tersebut. Dan diharapkan ketika Pengunjung masuk pada area ini dapat membeli tiket terusan untuk ke-5 Museum tersebut, sehingga dapat dibuat sirkulasi untuk pengunjung agar tidak melakukan pengulangan kunjungan terhadap 5 Museum berdekatan (Museum Pusaka, Serangga, Batik, Asmat, dan Akuarium Air Tawar) yang terdapat pada area tersebut. 

     Perlu diketahui juga pada area ini sering terjadi kunjungan Tamu Negara, sehingga aksesbilitanya harus lancar, harus cukup dan lebarnya juga harus cukup untuk turunya tamu negara, dan dimungkinkan juga untuk dibuatkan jalan khusus tanpa hambatan untuk digunakan oleh tamu negara jika dalam keadaan darurat yang bisa langsung menuju lobby gedung museum batik dengan menggunakan mobil kecil khusus.

Pertanyaan 4

Apakah ada data pendukung yang bisa kami peroleh, khususnya tentang Topografi?
Lokasi pemindahan taman kupu-kupu kemana?
Jawab
Saran : Sebaiknya peserta sayembara dapat menyiapkan data dengan berkunjung di perpustakaan TMII, banyak buku yang menjelaskan tentang filosopi bangunan-bangunan yang ada di TMII.

     Peta topografi kami tidak punya, kami rasa peta topografi tidak terlalu penting untuk dibuat, karena luasnya tidak terlalu besar. Struktur bangunan 2.000m2. dan sudah diketahui bahwa air pada area ini mengalir kearah Utara, jika musim penghujan air meluap pada area parkir pintu utama hanya sekitar 10-20cm, sedangkan permukaan danau ke lahan yang disayembara memiliki ketinggian hingga 1m, sehingga tidak mungkin air pada danau didepanya masuk kedalam area gedung

     KDB & KLB harap diperhatikan peraturan dari pemerintah DKI mengenai bangunan dikawasan TMII, jika dilihat presentase 70% & 30% dari 6000m2 hanya 2000m2 untuk struktur bangunan yang akan dibangun hanya nanti kita naikkan menjadi beberapa lantai. Taman Kupu yang terletak tepat di samping Museum Serangga, dapat dipindahlan kebagian belakang dari Museum Serangga tidak harus menempel dengan punggung Museum Serangga, silahkan peserta mendesainya sedemikian rupa menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya.

Tambahan

Air yang akan dibuang dari gedung Museum Batik memiliki kemungkinan terdapat limbah zat kimia dari batik dan tidak bisa dibuang secara bebas, diharapkan peserta membuat tampungan air limbah zat kimia, seperti halnya cucian kain batik tidak langsung dibuang menuju danau.

Nb:
Terlampir Data Berupa Pengembangan dari Museum Danau Air Tawar dan Museum Serangga
Foto-foto Lokasi dapat dilihat di Facebook Sayembara : Sayembara Arsitektur Iai Nasional

DOKUMEN : 

Filename Filesize Date
Data Pengembangan Museum Dunia Air Tawar dan Museum Serangga.pdf (301 downloads) 7.61 MB 2014-07-15
Lokasi Site.jpg (180 downloads) 135.88 kB 2014-07-15