Sayembara Desain Arsitektur Nusantara 2014

Dari: 08-12-2014 - hingga: 31-08-2015

Setelah sukses menyelenggarakan sayembara bertemakan "Design Rumah Hijau" pada tahun 2012 dan Design Arsitektur Nusantara bertemakan "Design Rumah Budaya Nusantara" pada tahun 2013, PT. PROPAN RAYA pada tahun ini kembali menyelenggarakan sayembara yang mengangkat arsitektur nusantara sebagai panduan design para pesertanya dengan tema "Desa Wisata Nusantara"

     

PROLOG

     Indonesia sangat kaya akan arsitektur tradisional yang beraneka ragam dan unik dari berbagai penjuru Nusantara, yang disamping mencerminkan kearifan budaya lokal juga pada dasarnya ramah lingkungan dan dapat beradaptasi dengan alam. Warisan budaya dan teknologi yang sudah ada tersebut bila mendapat sentuhan inovasi dan ide kratif, akan melahirkan suatu karya arsitektur yang dapat mengangkat bangsa Indonesia ke tingkat dunia.

     Setelah sukses menyelenggarakan sayembara bertemakan "Design Rumah Hijau" pada tahun 2012 dan Design Arsitektur Nusantara bertemakan "Design Rumah Budaya Nusantara" pada tahun 2013, PT. PROPAN RAYA pada tahun ini kembali menyelenggarakan sayembara yang mengangkat arsitektur nusantara sebagai panduan design para pesertanya dengan tema "Desa Wisata Nusantara". Sayembara ini diselenggarakan oleh PT. PROPAN RAYA bersama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Himpunan Designer Interior Indonesia (HDII), Green Buildiing Council Indonesia (GBCI), INIAS Resource Center dan Yayasan Rumah Asuh serta didukung penuh oleh El John Pageants Indonesia. Sayembara Design Arsitektur Nusantara 2 adalah sayembara yang sejalan dengan program Kemenparekraf dalam mengembangkan desa wisata di beberapa kawasan potensial Indonesia.

     Sayembara Design Aristektur Nusantara 2 bertujuan agar masyarakat penggiat arsitektur dan design interior di Indonesia menyadari betapa pentingnya usaha melestarikan arsitektur nusantara sebagai bagian dari kearifan lokal negeri Indonesia. Kontribusi industri arsitektur yang kian meningkat bukan hanya mengangkat budaya bangsa Indonesia akan tetapi juga akan meningkatkan devisa negara melalui peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara yang mengagumi keindahan arsitektur yang menjadi ikon pariwisata di berbagai daerah di Indonesia. Sayembara ini juga merupakan penghargaan bagi kalangan arsitek yang mendukung dan melakukan usaha-usaha pelestarian arsitektur nusantara.

 

Salam Nusantara,

Ketua Panitia Sayembara Design Arsitektur Nusantara 2

 

Yuono Imanto

 

DEWAN JURI 

Ketua Dewan Juri :   Yori Antar 
      Principal Architect, Han Awal & Partners Architects
Anggota Dewan Juri : 1 Prof., Dr., Ir., Josef Prijotomo, M.Arch.
      Akademis Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
    2 Endy Subijono
      Architect Practitioner, Chairman, Indonesia Monitoring Comittee (IMC) Asean MRA on Architectural Services, Vice President, Architect Regional Council Asia (Arcasia)
    3 Dharmali Kusumadi
      Senior Vice President and Principal Architect Banyan Tree Hotels & Resorts
    4 Naning Adiwoso
      Core Founder & Chair Person Green Building Council Indonesia
    5 Satrio Suryo Herlambang, B.Arch., MUD, IAI
      Secretary General IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) 2012-2015
    6 Gede Kresna
      Founder Rumah Intaran, Ahli Pengolahan material arsitektur berbahan natural

 

A. Nama Sayembara :

"SAYEMBARA DESIGN ARSITEKTUR NUSANTARA 2014"

B. Tema :

Desa Wisata Nusantara

C. Penyelenggara :

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Himpunan Designer Interior Indonesia (HDII), Green Building Council Indonesia (GBCI), INIAS Resource Center, Yayasan Rumah Asuh dan El John Pageants Indonesia.

D. Jadwal :

1. Peluncuran Sayembara : 8 Agustus 2014 di acara Malam Arsitektur Nusantara 2, Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center.
2. Pendaftaran peserta : 1 Oktober 2014 – 31 Januari 2015 melalui website arsitekturnusantara.propanraya.com.
3. Publikasi melalui profesional gathering bersama para arsitek dan desainer interior profesional di beberapa kota : Oktober-November 2014
4. Hari terakhir pemasukan karya: 28 Februari 2015
5. Penjurian tahap 1 (dilakukan oleh juri secara perseorangan) : Maret 2015
6. Penjurian tahap 2 (penentuan para finalis oleh seluruh dewan juri) : Maret 2015
7. Persentasi karya oleh setiap finalis : Maret 2015
8. Inagurasi Pemenang : Agustus 2015

E. Penghargaan dan Hadiah Untuk Pemenang

- Pemenang Utama 1 mendapatkan uang tunai sebesar Rp100.000.000,- & produk cat senilai Rp15.000.000,-

- Pemenang Utama 2 mendapatkan uang tunai sebesar Rp75.000.000,- & produk cat senilai Rp10.000.000,-

- Pemenang Utama 3 mendapatkan uang tunai sebesar Rp50.000.000,- & produk cat senilai Rp10.000.000,-

- 3 (Tiga) Pemenang Harapan masing-masing mendapatkan uang tunai sebesar Rp25.000.000,- & produk cat senilai Rp5.000.000,-

note : Cat yang akan diberikan adalah cat tembok premium exterior/interior produksi Propan Raya.

     Penghargaan Lain :

- Karya Pemenang dan Nominasi dari peserta Sayembara akan diterbitkan dalam jurnal/buku "Eksplorasi Design Arsitektur Desa Wisata Nusantara" serta ditampilkan dalam website khusus.

- Semua peserta Semua peserta yang mengirimkan hasil karya, namanya akan dicantumkan dalam jurnal / buku “Eksplorasi Desain Arsitektur Desa Wisata Nusantara” serta ditampilkan dalam website khusus.

F. Pengumuman Pemenang :

1. Panitia menentukan pemenang setelah diadakan penilaian oleh dewan juri yang keputusannya tidak dapat diganggu gugat.
2. Para juara akan dihubungi oleh panitia lomba.
3. Panitia diberikan hak sepenuhnya untuk melakukan publikasi atas karya peserta dalam bentuk media cetak. digital, siaran radio/televisi, pameran dan bentuk publikasi lainnya.
4. Panitia tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penipuan yang mungkin terjadi dengan mengatasnamakan perusahaan.

SYARAT DAN KETENTUAN

1. Kriteria Peserta

a. WNI dengan usia maksimal 40 tahun pada tahun 2014 serta berdomisili di Indonesia atau luar negeri.

b. Tim terdiri dari minimal 2 orang dengan ketua tim adalah arsitek yang merupakan anggota IAI, serta anggota tim yang terdiri dari berbagai profesi lainnya, seperti desainer interior, sosiolog, planator, antropolog dan profesi lainnya. Maksimum jumlah peserta dalam 1 tim tidak dibatasi.

2. Peserta sedang tidak terlibat dalam proses hukum pidana yang diancam dengan hukuman penjara.
3. Pendaftaran dilakukan atas nama ketua tim dan pendaftar tersebut adalah orang yang bertanggung jawab atas karya yang diikutsertakan pada sayembara.
4. Setiap karya yang didaftarkan menjadi milik PT Propan Raya selaku pihak panitia penyelenggara.
5. Hadiah tidak dapat dialihkan dan ditukarkan dalam bentuk lainnya.
6. Panitia penyelenggara berhak mengganti hadiah dengan produk lain yang senilai.
7. Peserta maupun pemenang yang terbukti mendaftarkan diri dengan data pribadi palsu atau melakukan kecurangan dalam kompetisi ini, didiskualifikasi dan tidak berhak menerima kompensasi atau hadiah dalam bentuk apapun.
8. Karya yang diikutsertakan harus karya orisinal dan bukan karya orang lain atau modifikasi dari karya orang lain. Setiap pelanggaran hak cipta akan ditanggung sendiri akibatnya oleh pihak peserta dan membebaskan PT. Propan Raya dari segala tuntutan hukum.
9. Syarat dan ketentuan ini diatur oleh hukum Indonesia.
10. Panitia berhak mendiskualifikasi tim atau karya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah disebutkan di atas.

PENGIRIMAN HASIL KARYA

1. Pengiriman hasil karya menyertakan fotokopi tanda identitas diri (KTP atau passport) dari setiap anggota tim. Khusus ketua tim harus melampirkan tambahan fotokopi anggota IAI.

2. Hasil karya yang dikumpulkan ada dua bentuk:

     a. Materi lomba disampaikan dalam media penyajian yang dibuat dalam format kertas A1, termasuk konsep dan skematik desain (maksimal 3 lembar). Setiap lembar harus bersih dari identitas diri dan nomor registrasi.
     b. Ketentuan hasil karya (soft copy) berupa file gambar berformat digital (JPG, atau pdf) dengan resolusi 300 pixel/inch dan gambar 3D high resolution, resolusi 300 dpi, frame/scene yang memiliki ukuran minimal 1500 pixel pada sisi terpendek atau ukuran minimal 25 x 34 cm (minimal file 20 MB).
     c. Lengkapi dengan penyajian hasil karya dalam format power point untuk presentasi pada proses final penjurian.

3. Materi karya harus diserahkan sebanyak 1 set, sesuai dengan ketentuan pada point nomor 2.
4. Skala desain:
     a. Site plan 1 : 500
     b. Potongan kawasan 1 : 500
     c. Denah tampak bangunan 1 : 100 atau 1 : 200
     d. Detail arsitektur dengan skala bebas.
5. Perspektif eksterior, perspektif interior dan perspektif kawasan.
6. Formulir pendaftaran yang sudah ditandatangani oleh ketua tim harap dimasukkan ke dalam amplop terpisah dan dikirimkan bersama dengan hasil karya ke sekretariat sayembara PT. PROPAN RAYA melalui pos atau kurir.

Alamat pengiriman karya :

PT. PROPAN RAYA

Jl. Gatot Subroto km.8 Tangerang 15810, Indonesia

Telp. : +62 21 59303333 (U/P. Geti Witayani)

Email : eventpropan@propanraya.com

 

OVERVIEW SAYEMBARA

1. Merevitalisasi fasilitas umum untuk wisatawan yang berkunjung ke desa wisata yang ditetapkan sebagai objek sayembara.
2. Membuat icon di desa tersebut memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, yang membedakan dirinya dengan desa lain.
3. Sayembara Desa Wisata Nusantara merupakan sayembara desain arsitektur dengan tujuan tercapainya peningkatan taraf hidup penduduk setempat melalui keunikan arsitektur, seni, budaya dan kuliner. Dalam rangka menunjang sapta pesona, maka desa wisata pun harus bersih, aman dan nyaman bagi wisatawan.

Lokasi Lahan :

Lokasi lahan ditetapkan dalam proses registrasi. Setiap partisipan memperoleh lokasi lahan yang ditetapkan pada lembar print out formulir sayembara pada saat registrasi
melalui website. Observasi atas lokasi sangat disarankan. Lokasi lahan akan ditentukan salah satu dari 4 lokasi di bawah ini :

- Desa Tumori (Nias, Sumatera Utara)

- Sembalun Lawang (Nusa Tenggara Barat)

- Desa Sesean Matallo (Toraja Utara, Sulawesi Selatan)

- Desa Messah (Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur)

Keterangan lengkap & formulir pendaftaran dapat diperoleh di website : arsitekturnusantara.propanraya.com

KRITERIA PENJURIAN :

- Muatan Lokal (”Beyond Architechture”)
- Muatan desain berwawasan lingkungan (”Green Design”)
- Estetika Desain (”Design Aesthethics”)
- Keterbangunan / kemudahan untuk direalisasikan / dibangun (“Constructability”)
- Kepraktisan Operasional (“Operational Practicality”)
- Kemudahan untuk dipasarkan dan berorientasi pada pengalaman pengunjung (“Marketability & Guest Experience”)
- Kelayakan Ekonomi (“Economically Feasibility”)
- Menjadi bisnis berkelanjutan secara finansial, sosial dan lingkungan (“Sustainable as Business Unit in the Triple Bottom Line”)

1. Ruang Lingkup Design

 1. Melestarikan, mengembangkan dan mengkinikan arsitektur nusantara sebagai bagian dari kearifan budaya lokal negeri Indonesia yang mampu eksis ditengah-tengah tuntutan masa kini (modernitas). 
 2. Mengembangkan daerah-daerah potensial sehingga menjadi daerah tujuan wisata bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.
 3. Semaksimal mungkin mengutamakan material lokal digunakan sebagai material bangunan.
 4. Ketersediaan balai serbaguna yang dapat digunakan untuk pusat pemberdayaan masyarakat, pusat informasi, perpustakaan, toko souvenir dan pertunjukan budaya setempat.

2. Tata Guna Lahan

 1. Memanfaatkan sarana dan prasarana masyarakat setempat atau fasilitas yang dimiliki masyarakat. 
 2. Akses mudah dan terjangkau ke objek wisata dan antar zona dengan penjelasan dalam bentuk denah.
 3. Tidak semua tempat dapat dijadikan lokasi zona wisata. Perlu dilakukan analisa potensi wilayah (setiap zona) dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan pengunjung (berkaitan dengan identifikasi zona inti, penyangga, tanah, perairan dan lain-lain).
 4. Memiliki peluang untuk dapat dikembangkan (dalam hal prasarana dan sarana).
 5. Pola penataan lansekap dan alternatif pengembangannya (peletakan fisik, pola sirkulasi, sistem utilitas, pola penghijauan dan lain-lain).
 6. Memperhatikan kelestarian biotis (flora dan fauna).
 7. Memperhatikan faktor topologis (jauh dari daerah urban/padat penduduk).
 8. Mendukung kesuburan, keindahan, udara sejuk, hidrologis serta budi daya pertanian yang dapat dikembangkan.
 9. Mempertimbangkan budaya lokal mengenai bentuk rumah, posisi rumah, pola kampung, pembagian ruang, peran halaman rumah dan lain sebagainya.
10. Menyediakan daerah steril dan jalur evakuasi bila terjadi bencana alam.

3. Hemat Energi

 1. Desain bangunan dan kawasan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
 2. Mengutamakan penggunaan ventilasi alami.
 3. Mengutamakan penggunaan pencahayaan alami.
 4. Memperhatikan desain selubung bangunan dan orientasi bangunan untuk mengefisienkan penggunaan mesin pendingin ruangan (apabila diperlukan).
 5. Menggunakan alat penerang ruangan atau lampu yang hemat  energi.
 6. Renewable energy, contoh: tenaga air, solarcell, atau tenaga angin sebagai sumber listrik alternatif untuk rumah maupun untuk penerangan jalan/tempat umum.
 7. Melakukan pemeliharaan peralatan listrik secara rutin.

4. Konservasi Air

1. Desain bangunan dan kawasan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. 
2. Mengutamakan pemakaian fresh water hanya untuk keperluan makan/minum dan cuci, sedangkan flush dan penyiraman tanaman memakai recycle water.
3. Melakukan pemeliharaan perpipaan secara rutin.
4. Melakukan pemeliharaan perpipaan secara rutin.
5. Desain bioengineering untuk pemurnian grey water.

5. Rain Harvesting

1. Desain bangunan dan lansekap yang bisa menampung air hujan dan/atau menyerapkannya ke dalam tanah kembali sedapat mungkin, tanpa ada yang terbuang ke drainase.
2. Desain tetap harus mengutamakan keselamatan dengan memperhatikan dampak lingkungan seperti tanah longsor, banjir atau kekeringan apabila ketersediaan air tanah tidak dijaga.
3. Meminimalkan pengerasan untuk memaksimalkan penyerapan air tanah.

6. Material Bangunan

 1. Desain bangunan dan kawasan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan memakai kembali material bekas, recycle dan berasal dari lokal (untuk meminimalisir carbon footprint) 
 2. Penggunaan material alami harus memperhatikan keberlangsungan kehidupan hayati.
 3. Menggunakan material bangunan dengan daya reflektan tinggi.
 4. Dapat mengangkat warna lokal sebagai aplikasi warna nusantara dalam bangunan desa wisata tersebut.

7. Pengolahan Sampah

 1. Pemilahan sampah.
 2. Mengurangi sampah anorganik, terutama plastik, kaleng, sachets, karet dan jenis lainnya.
 3. Memakai kembali bahan yang bisa dipakai ulang.
 4. Melakukan daur ulang sampah organik dan/atau anorganik.
 5. Melakukan upaya pengurangan limbah yang berbahaya buat lingkungan

8. Ekonomi Lokal

 1. Desain yang bisa bermanfaat banyak bagi masyarakat lokal agar mereka dapat turut terlibat/berpartisipasi pada kegiatan desa wisata (pemerataan pendapatan). 
 2. Pengembangan mutu produk lokal dan strategi pemasaran (penempatan tampilan produk yang strategis).
 3. Adanya pembinaan kelompok pengusaha lokal untuk mendorong pengembangan kewirausahaan dari masyarakat.

9. Budaya Dan Local Wisdom

 1. Memberi kesempatan masyarakat menggali, memelihara dan mengembangkan keanekaragaman seni budaya setempat. 
 2. Masyarakat diajak berpartisipasi dalam membuat keputusan mengenai desa wisata.
 3. Desa wisata diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan/pengetahuan, pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
 4. Diperlukan kajian sosiologis terhadap pemodelan/desain desa wisata untuk mencegah konflik atau kesenjangan pendapatan/ekonomi.
 5. Mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan ketahanan lingkungan terhadap jumlah wisatawan yang datang pada saat bersamaan
 6. Menonjolkan keaslian gaya hidup dan kualitas hidup masyarakat sehingga bisa menjadi identitas atau ciri khas kedaerahan yang kuat.
 7. Kreatifitas, inovasi dan kooperasi dari masyarakat untuk mendukung desa wisata.
 8. Melakukan survei terhadap penduduk untuk mengetahui kesadaran mereka terhadap manfaat desa wisata.
 9. Kerjasama dengan pemerintah dan dinas pariwisata atau dinas lain yang terkait, untuk memaksimalkan potensi desa dan masyarakatnya.

10. Kualitas Lingkungan

 1. Penempatan lahan parkir yang terisolir untuk mengurangi polusi udara dan kebisingan.
 2. Memberlakukan daerah bebas rokok.
 3. Ada petunjuk (signage) yang jelas dengan bahasa asing.
 4. Menyediakan toilet umum yang memenuhi standar.
 5. Pencahayaan minimal 200 lumens.
 6. Tingkat kelembaban dipertahankan antara 45 – 44 %.
 7. Tempat perapian/tungku harus mempunyai kipas sirkulasi udara/ cerobong pembuangan asap.
 8. Ventilasi udara yang memadai (air circulation).
 9. Sistem sanitasi yang memiliki perbandingan kloset jongkok berbanding kloset duduk sebesar 1 : 3.
10. Ketersediaan urinoir.
11. Kamar mandi dan toilet yang terpisah.
12. Ketersediaan sistem pemilahan sampah.
13. Ketersediaan saluran air yang baik.
14. Ketersediaan kamar mandi sehat dan dapur sehat
15. Pertanian dan peternakan di desa itu harus diintegrasikan untuk kemakmuran penduduk setempat. Kedatangan wisatawan yang berlebihan dapat mengganggu pola hidup penduduk setempat, misalnya terlalu banyak yang meninggalkan aktifitas pertanian, sehingga jika suatu saat ada political issued, akan mengganggu perekonomian penduduk setempat.
16. Standar kesehatan sesuai standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).

DOKUMEN

Filename Filesize Date
DESA SEMBALUN LAWANG (91 downloads) 189.7 kB 2014-12-30
DESA SEMBALUN LAWANG.jpg (130 downloads) 1.45 MB 2014-12-30
DESA SESEAN MATTALO.jpg (96 downloads) 246.92 kB 2014-12-30
Desa Wisata - Messah.pdf (209 downloads) 6.36 MB 2014-12-30
Desa Wisata - Tumori.pdf (254 downloads) 7.37 MB 2014-12-30
Slide TOR Desa Wisata Nusantara.pdf (175 downloads) 4.4 MB 2014-12-30
TOR SAYEMBARA DESAIN PROPAN.pdf (348 downloads) 28.17 MB 2014-12-30