Sayembara Gagasan Desain Monumen Friedrich Silaban

Sayembara Gagasan Desain Monumen Friedrich Silaban

Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan

Friedrich Silaban adalah generasi awal arsitek Indonesia yang aktif berkarya sejak masa akhir penjajahan Belanda hingga akhir dekade 1970. Karya-karya puncaknya kebanyakan dihasilkan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, meliputi bangunan-bangunan institusi kenegaraan dan berbagai monumen publik di Jakarta dan di berbagai kota besar di Indonesia. Friedrich Silaban mendapatkan kepercayaan Presiden Sukarno, setelah memenangi tiga sayembara arsitektur paling bergengsi nasional. Kesempatan itu menjadi titik tolak keterlibatannya dalam mewujudkan impian-impian akan wajah arsitektur bangsa yang baru merdeka, lepas dari citra terjajah dan masa lalu, serta dapat mewakili gagasan luhur bernama Indonesia.

Penataan kawasan Monumen F. Silaban mengikuti acuan berdasarkan Perda RTRW No.1 tahun 2018 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2016 – 2036. Rencana Penataan Kawasan Monumen F. Silaban berlokasi di Kawasan Perbukitan Jalan Dolok Sanggul, Siborong – Borong Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara dengan kondisi lahan berkontur dan lingkungan sekitar yang masih dipenuhi dengan lahan hijau dan pohon – pohon tinggi. Strategi pengembangan kawasan Monumen F. Silaban adalah sebagai kawasan wisata sejarah untuk mengingatkan masyarakat akan karya – karya beliau yang memiliki peran dalam membentuk wajah sebuah bangsa sekaligus sebagai Monumen simbol penghargaan kepada Arsitek F. Silaban dan Keluarga.

 

 

 

Hadiah Sayembara

Dari para peserta akan dipilih pemenang tiga karya terbaik dengan hadiah sebagai berikut:

  • Juara 1   125.000.000
  • Juara 2     50.000.000
  • Juara 3     25.000.000

 *)Pajak ditanggung oleh Pemenang

 

Jadwal Sayembara

a.

Pengumuman Sayembara 

25 Juli 2019

b.

Pendaftaran

25 Juli2019  s/d 20 September 2019

c.

Penjelasan/Aanwijzing (Jakarta)

30 Juli 2019

 

Aanwijzing Lapangan

07 Agustus 2019

d.

Batas Akhir Pengumpulan Karya 

22 September 2019

e.

Penjurian Tahap I

-   Seleksi Administrasi

-   Penjurian Teknis

-   Penjurian Tahap I

26 - 30 September 2019

f.

Pengumuman Hasil Nominasi

30 September 2019

g.

Presentasi Para Nominator dan Penjurian Tahap II

08 Oktober 2019

h.

Pengumuman Hasil Penjurian

29 Oktober 2019

i.

Penyerahan Hadiah

03 Desember 2019

 

Persyaratan Umum

  • Sayembara ini bersifat terbuka bagi anggota profesional bidang Arsitektur yang tergabung dalam Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Peserta merupakan perorangan atau kelompok yang terdiri dari maksimal 5 orang. Baik perorangan ataupun ketua kelompok minimal memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) Arsitek Madya dan telah melunasi iuran anggota hingga 2019.
  • Tiap peserta dapat memasukkan lebih dari satu karya dengan melakukan pendaftaran yang berbeda.
  • Anggota Panitia Penyelenggara Sayembara, Para Juri, dan instansi maupun sanak-keluarga terkait tidak boleh mengikuti sayembara ini.

 

Dewan Juri

  1. Ir. Diana Kusumastuti, MT. / Direktur Bina Penataan Bangunan, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR
  2. Sahat Silaban, SE / Pengagas Monumen Friedrich Silaban
  3. Drs. Tonny Sihombing, M.IP / Pemerintah Daerah Kab. Humbang Hasundutan
  4. Prof. Ir. Gunawan Tjahjono, IAI., M.Arc., Ph.D / Ikatan Arsitek Indonesia
  5. Ir. Baskoro Tedjo MSEB,Ph.D / Ikatan Arsitek Indonesia
  6. Boy Brahmawanta Sembiring, IAI, AA / Ikatan Arsitek Indonesia Sumatera Utara
  7. Setiadi Sopandi, IAI., ST., M.A.rch / Penulis Buku Friedrich Silaban

Dibawah ini adalah data-data Sayembara yang dapat didownload :

Data-data Sayembara