Pengadaan Ruang Publik Pada Lahan Terlantar Di Perkotaan

Dari: 28-09-2010 - hingga: 30-11-2010

SAYEMBARA SUSTAINABLE URBAN DEVELOPMENT

PENGADAAN  RUANG PUBLIK
PADA LAHAN TERLANTAR DI PERKOTAAN

(Transformasi Lahan Terlantar di perkotaan menjadi Ruang Publik )

Kerjasama antara
Direktorat Jendral Penataan Ruang - Departemen Pekerjaan Umum
dan
Bidang Pengabdian Profesi - Ikatan Arsitek Indonesia

Dalam rangkaian acara
ULANG TAHUN EMAS IKATAN ARSITEK INDONESIA

SAYEMBARA SUSTAINABLE URBAN DEVELOPMENT

(Transformasi Lahan Terlantar di perkotaan menjadi Ruang Publik )

Kerjasama antara
Direktorat Jendral Penataan Ruang - Departemen Pekerjaan Umum
dan
Bidang Pengabdian Profesi - Ikatan Arsitek Indonesia

Dalam rangkaian acara
ULANG TAHUN EMAS IKATAN ARSITEK INDONESIA

Pendahuluan

Ruang Publik adalah ruang terbuka yang dapat diakses atau dimanfaatkan oleh warga kota secara cuma-cuma sebagai bentuk pelayanan publik dari pemerintah kota demi keberlangsungan berbagai aktivitas sosial seluruh warganya.

Ruang publik sebagai ruang yang penting bagi kehidupan kota yang berkelanjutan (Sustainable Urban Development) secara signifikan keberadaannya semakin berkurang. Sementara di sisi lain ada banyak lahan terlantar yang bertebaran di penjuru kota tanpa ada kegiatan yang berarti di atasnya selain sebagai tempat tumbuhnya rumput liar dan tumpukan sampah.

Dalam rangkaian acara Ulang Tahun Emas, Bidang Pengabdian Profesi Ikatan Arsitek Indonesia bekerjasama dengan Ditjen Penataan Ruang - Departemen Pekerjaan Umum mengajak seluruh masyarakat Indonesia dengan arsitek sebagai ujung tombaknya untuk peduli pada keberadaan ruang publik melalui Sayembara Sustainable Urban Development pengadaan Ruang Publik pada Lahan Terlantar di Perkotaan.

Para peserta diminta untuk memilih sendiri lahan terlantar di sekitar tempat tinggal atau tempat kerjanya, dan melakukan proses perancangan dengan melibatkan masyarakat di sekitar lahan tersebut.

Peserta

Peserta adalah perorangan sarjana arsitektur atau kelompok yang diketuai sarjana arsitektur atau komunitas masyarakat yang didampingi sarjana arsitektur.

Juri Sayembara

  1. Wakil dari Ditjen Penataan Ruang (Dept. PU)
  2. Prof. Ir. Gunawan Tjahjono, Ph.D., M.Arch. (Arsitek dan Planner)
  3. Ir. Eko Prawoto, M.Arch (Arsitek)
  4. DR. Ir. Laretna Adishakti, M.Arch (Arsitek)
  5. Ir. M. Ridwan Kamil, MUD, IAI (Arsitek)
  6. Emha Ainun Nadjib (Budayawan)
  7. Maria Hartiningsih (Wartawati Senior Kompas)

Hadiah

Total hadiah sebesar Rp.40.000.000 akan dibagikan kepada :

Pemenang 1 (terbaik) : Rp. 20.000.000
Pemenang 2 dan 3 (unggulan) : Rp. 10.000.000

 

Semua karya yang dianggap layak menurut penilaian juri akan menjadi masukan yang akan ditindaklanjuti oleh Departemen Pekerjaan Umum bekerjasama dengan pemerintah kota masing-masing. Pemenang terbaik dan unggulan akan mendapat prioritas pertama untuk ditindaklanjuti perwujudannya.

Jadwal Sayembara

28 September 28 November : pengumuman, pelaksanaan
5 Oktober 23 Oktober : pendaftaran
29 November : pengumpulan melalui internet
30 November : penerimaan CD-R oleh panitia di Yogyakarta
2 Desember : penjurian, pengumuman pemenang
4 Desember 6 Desember : pameran di Yogyakarta
17 Desember : penyerahan hadiah di malam puncak HUT IAI

 

TERMS OF REFERENCE (TOR)

TOR dapat diunduh di sini.

Filename Filesize Date
TOR SAYEMBARA SUD - final revisi.doc (113 downloads) 132 kB 2011-09-27
TOR SAYEMBARA SUD - final revisi.pdf (136 downloads) 90.87 kB 2011-09-27