Sayembara Arsitektur Kawasan Pasar Johar, Semarang

Dari: 16-10-2009 - hingga: 21-11-2009

Pemerintah kota Semarang bekerjasama dengan asosiasi yang berkompetensi untuk melakukan upaya mengatasi kebuntuan dari proses revitalisasi pasar Johar dengan mengadakan sayembara yang terbuka bagi masyarakat dan perencana bangunan, khususnya anggota Ikatan Arsitek Indonesia dan Ikatan Konsultansi Indonesia daerah Jawa Tengah untuk menuangkan gagasan dan konsep pemikirannya tentang rencana Revitalisasi pasar Johar Semarang dengan pengembangan kawasan bisnis di sekitarnya.

SAYEMBARA DITUNDA

SAYEMBARA DESAIN

DESAIN ARSITEKTUR
KAWASAN PASAR JOHAR
S E M A R A N G

KERJASAMA ANTARA

Pemda Jateng
IAI Jateng
DINAS PASAR KOTA SEMARANG

IKATAN ARSITEK INDONESIA
DAERAH JAWA TENGAH

LATAR BELAKANG

Kota Semarang merupakan salah satu kota besar di Pulau Jawa selain itu Kota Semarang ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Ekonomi Khusus Indonesia (KEKI).
Dalam Perkembangannya dan pertumbuhannya Kota Semarang tidak lepas dari sejarahnya, struktur kota yang dulu memegang peranan penting masih dapat terbaca dari sisa-sisa bangunan kawasan kota lama, termasuk kawasan komersial Pasar Johar dan ruang terbuka kota Alun-alun yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Kanjengan (yang berubah fungsi) serta Masjid Besar Kauman.

Pasar Johar yang direncanakan semenjak awal tahun 1930 merupakan penggabungan dari pasar-pasar yang telah ada di kawasan Pusat Pemerintahan Kanjengan Semarang. Pembangunannya dilaksanakan dengan bertahap, intinya adalah menyatukan lima pasar di sana menjadi satu labirin. Pasar yang bersatu yaitu Pasar Johar, Pasar Pedamaran, Pasar Benteng, Pasar Jurnatan, dan Pasar Pekojan. Lahan yang diambil termasuk bekas rumah penjara, beberapa toko yang menyelip di antara kawasan, sebagian halaman Kanjengan, dan sebagian alun-alun.

Tujuannya untuk menjadi pasar sentral pada masanya, yang akhirnya berkembang menjadi pusat perdagangan dalam skala local maupun regional. Pasar Johar terletak di Jalan H Agus Salim, wilayah Kota Lama Semarang. Bangunan seluas 15.003,50 meter persegi , selesai didirikan pada tahun 1939. oleh Arsitek Belanda Ir Thomas Karsten, Pasar yang berada di tepi alun-alun ini tidak hanya mempunyai fungsi social ekonomi, tetapi sekaligus juga social budaya.
Pasar Johar direncanakan sebagai pasar tradisional modern dengan konstruksi yang khas dengan kolom cendawan-nya menjadi tengeran yang membentuk jati diri Kota Semarang. Pada perkembangan ide pembangunan bentuk pasar Johar memunculkan konstruksi cendawan. Dari sinilah Pasar Johor makin tersohor. Kabarnya pada masa itu Pasar Johar menjadi yang terbesar dan tercantik se-Asia Tenggara. Ide dari bangunan Pasar Johar ini mengacu pada bangunan megah pada saat itu tetapi keberpihakan pada masyarakat kelas menengah kebawah.

Selain itu bangunan Pasar Johar sudah dikenal dan diakui sebagai karya arsitektur dan engineering yang hebat sampai pada skala dunia. Pembongkaran alun-alun dan Kanjengan pada masa lalu untuk fasilitas perdagangan yang bercita rasa modern saat itu tanpa disadari telah membongkar struktur ekonomi social dan budaya yang mengakibatkan kawasan Pasar Johar berangsur-angsur mengalami penurunan kualitas, sehingga kualitas Pasar Johar perlu ditingkatkan kembali, serta diupayakan agar dapat berfungsi secara lebih optimal dengan menggali potensi setempat.

Kawasan Pasar Johar yang mencakup tapak (situs) Kanjengan dan Alun-alun termasuk kawasan Pusaka. Kawasan tersebut berpotensi memberikan pengaruh yang cukup kuat pada perkembangan bangunan fisik di kawasan sekitarnya. Kondisi kawasan yang memprihatikan dengan pemanfaatan ruang dan prasarana dasar yang tidak memadai selalau menjadi masalah lingkungan baik pada segi sirkulasi, social ekonomi dan kesehatan.

Pada saat ini keadaan Pasar Johar sangat memprihatinkan, banyaknya pedagang yang berjualan di Pasar Johar jumlahnya sudah diluar batas kapasitas sehingga terjadi penambahan fisik berupa selubung pada lantai dua dan lantai dasar yang menghilangkan daya tarik arsitektural pada bangunan Pasar Johar.

Selain itu dengan bertambahnya pedagang menempati lokasi sekeliling Pasar Johar sehingga menggangu lalu lintas disekitar Pasar Johar dan memberikan kesan yang semrawut dan kumuh.

Dibangunnya bangunan sarana perbelanjaan lainnya disekitar Pasar Johar seperti Yaik Permai, Kanjengan dan Matahari menambah terpuruknya Pasar Johar sebagai Pusat perdagangan tradisional.

Pedagang Pasar Johar makin terpuruk akibat rob. Rob yang menggenangi kawasan Pasar Johar kini semakin parah. Sehingga berpengaruh pada kondisi bangunan dan penurunan pendapatan dari para pedagang yang beraktifitas di dalamnya.

Pasar johar yang sudah berumur lebih dari satu abad tentu saja mengalami penurunan kondisi fisik dan utilitasnya, tetapi secara struktural masih sangat layak untuk dipertahankan. Hal ini diperkuat dengan adanya studi ilmiah uji struktur yang pernah dilakukan pada Studi Kelayakan.

Sehubungan dengan kondisi tersebut pentinglah kiranya pemerintah kota Semarang bekerjasama dengan asosiasi yang berkompetensi melakukan upaya mengatasi kebuntuan dari proses revitalisasi pasar Johar dengan mengadakan sayembara yang terbuka bagi masyarakat dan perencana bangunan, khususnya anggota Ikatan Arsitek Indonesia dan Ikatan Konsultansi Indonesia daerah Jawa Tengah untuk menuangkan gagasan dan konsep pemikirannya tentang rencana Revitalisasi pasar Johar Semarang dengan pengembangan kawasan bisnis di sekitarnya.

Konsep Rencana Revitalisasi yang diusulkan harus aplikatif, membumi dan dapat mengadopsi kepentingan dari masyarakat, pedagang, pemerintah kota dan investor.

TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan pelaksanaan kegiatan Sayembara Nasional Desain Pengembangan Kawasan Bisnis Seputar Pasar Johar Semarang adalah untuk memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah kota Semarang dalam menyelesaikan proses Revitalisasi Pasar Johar dan sekitarnya.
Adapun sasarannya adalah tercapainya Revitalisasi Pasar Johar yang aplikatif, membumi dan mengadopsi kepentingan dari masyarakat, pedagang, pemerintah kota dan investor, sehingga menjadikan kawasan Pasar Johar yang membanggakan bagi kota Semarang.

PESERTA

  1. Perorangan yang harus memiliki KTA dan Sertifikat Profesional dari IAI.
  2. Kelompok yang mana ketua kelompok harus memiliki KTA dan Sertifikat Profesional dari IAI.
  3. Perguruan tinggi yang memiliki Jurusan Arsitektur dan ketua kelompok berstatus dosen tetap di Jurusan Arsitektur Perguruan Tinggi tersebut, dengan melampirkan surat keterangan dari Dekan yang menunjukan bahwa Ketua Kelompok benar-benar dosen tetap di Jurusan Arsitektur di Perguruan Tinggi tersebut.
  4. Konsultan perencana yang terdaftar sebagai anggota INKINDO dan ketua kelompok memiliki KTA dan sertifikat profesional dari IAI.

DEWAN JURI

Juri Kehormatan : Walikota Semarang
Ketua Dewan Juri : Prof. Ir. Eko Budihardjo, MSc (Arsitek/Ketua Dewan Penasehat Arsitektur Kota Semarang/Budayawan)
Anggota Juri :
  1. Drs. Ednawan Haryono
  2. DR. Ir. Edy Purwanto, MT
  3. Ir. Eko Cahyono, MT
  4. IAI Nasional
  5. Ir. Gurun Setiadi, IAI (IAI Daerah Jawa Tengah)
  6. Ir. Nurcholis, MT
  7. Irwansyah, ST, MM
  8. Ir. Djatmiko Walujono, MT
  9. Ir. Agung Ridho, MT, IAP
  10. DR. FX. Sugiyanto

 

HADIAH

Pemenang I : Rp. 75.000.000,00
Pemenang II : Rp. 50.000.000,00
Pemenang III : Rp. 25.000.000,00
Harapan 1 : Rp. 17.500.000,00
Harapan 2 : Rp. 15.000.000,00
Harapan 3 : Rp. 12.500.000,00

 

JADWAL

Pengumuman Sayembara : 16 - 30 Oktober 2009
Pendaftaran & Pernyataan Kesediaan : 16 Oktober - 2 November 2009
Penjelasan Sayembara : 27 Oktober 2009
Pembuatan Karya : 22 Oktober 2009 s/d 21 Nopember 2009
Penyerahan Karya : 21 Nopember 2009
Penjurian Tahap I : 22 - 24 Nopember 2009
Pengumuman Nominasi : 24 Nopember 2009
Penjurian Tahap II : 30 Nopember s/d 1 Desember 2009
Pengumuman Nominasi 3 Besar : 2 Desember 2009
Pembuatan Maket : 2 - 15 Desember 2009
Penjurian oleh Juri kehormatan : 16 Desember 2009
Pengumuman Pemenang : 17 Desember 2009
Pameran karya sayembara : 18 s/d 21 Desember 2009

 

TOR

TOR dapat diunduh di situs: http://www.iai-jateng.web.id/