Video dan Risalah Aanwijzing Sayembara Desain Bandara Alor Mali NTT

PENYELENGGARAAN AANWIJZING SAYEMBARA DESAIN BANDAR UDARA ALOR MALI-NTT

Hari/Tanggal       : Selasa, 09 Februari 2016

Tempat                : Ruang Orchid 1 lt.6, Gd. Jakarta Design Center (JDC), Jl. Jend Gatot Subroto kav.53

                  Jakarta Pusat 10260

Pukul                   : 11.00 - 13.00

__________________________________________________________________________________

Di hadiri oleh

1.Teguh Pratomo

Kepala Sub Direktorat Personel dan Operasi Bandar Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI

2.Ahmad Djuhara, IAI

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia

3.Yuwono Imanto

Ketua Panitia Propan Sayembara Desain Arsitektur Nusantara

4.Anggia Murni

Perwakilan Dewan Juri, IALI, GP – Ecological Landscape Architect.

5.Larasati

Ketua Badan Penghargaan dan Sayembara Arsitektur Nasional (IAI Nasional)

6.Panitia penyelenggaraan Sayembara Kementerian Perhubungan RI

7.Panitia penyelenggaraan Sayembara Ikatan Arsitek Indonesia

8.Panitia penyelenggaraan Sayembara Propan

 

Penyelenggaraan Aanwijzing Sayembara Desain Arsitektur Nusantara dimulai dengan :

Kata Sambutan Oleh Yuwono Imanto (Ketua Panitia Propan Sayembara Desain Arsitektur Nusantara)

Kata Sambutan Oleh Teguh Pratomo (Kepala Sub Direktorat Personel dan Operasi Bandar Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI)

Kata Sambutan Oleh Ahmad Djuhara, IAI (Ketua Ikatan Arsitek Indonesia)

Penjelasan sayembara

Info Sayembara oleh Yuwono Imanto

  • Sayembara di tutup pada tanggal 26 Februari 2016,
  • Cap pos pengiriman pada tanggal 26 Februari 2016,
  • Jumlah peserta pertanggal 09 Februari 2016 : 94 Tim.

Penjelasan site oleh Kementerian Perhubungan RI

  • Potensi wisata di Alor NTT cukup besar dan bagus sehingga dipilih menjadi bandara yang di terbarukan dengan didesain menjadi lebih bagus.
  • Kondisi eksisting di Mali Alor sangat ekstrim untuk di desain, pengembangan terminal sampai ke arah bukit yang tingginya 75m.
  • Hasil akhir sayembara berupa basic design atau design skematik tidak sampai ke tahap detail design.
  • Pemenang bisa berpartisipasi menjadi tim ahli pada saat pembuatan DED
  • Mendesain area terminal dan fasilitas pendukung terminal Alor, yang dapat menampilkan ciri khas daerah setempat.
  • Konsep desain yang di harapkan adanya beberapa gagasan desain dengan kondisi yang ekstrim.
  • Rencana terminal berada di depan rencana apron, atau mundur dari posisi terminal eksisting saat ini. Berada di sisi barat landasan pacu.
  • Area disekitar terminal adalah parkir (dengan fasilitas pendukung), Toilet, musholah dll di desain dengan lahan yang cukup terbatas.
  • Pengembangan desain bandara sampai kearah bukit. Proses pembebasan lahan sudah di lakukan sebagian.
  • Peserta di bebaskan untuk mendesain (memapas penuh, sebagian, atau tidak sama sekali) bukit tersebut sesuai dengan ketentuan yang di berikan oleh panitia.
  • Sirkulasi kendaraan harus di perhatikan, pembedaan antara kendaraan yang menuju area drop off , menuju parkir atau kendaraan yang berhenti lama.
  • Dari drop off menuju kedalam, mohon diperhatikan ketinggian rampnya jika terminal berada di atas bukit.
  • Jumlah check in juga harus diperhatikan berapa banyak air line yang akan beropasi.
  • Diperhatikan alur keleluasaan penumpang, penumpang yang datang dan berangkat harus diperhatikan sirkulasinya agar tidak terjadi penumpukan penumpang.
  • Menperhatikan sistim security jika mendesain bangunan dengan konsep terbuka, jangan sampai dari luar dapat melempar barang masuk kedalam, (termasuk pelemparan dari atas bukit)
  • Dari segi kebisingan, di olah agar bandara tersebut tidak terlalu bising,
  • Dari segi pencahayaan harus di perhatikan.
  • Maksimal biaya 12.000.000,- m2 termasuk bangunan dan peralatan yang ada di dalam terminal.
  • Apron tidak boleh di rubah dan tetap di posisi yang ada Sesuai masterplan
  • Bentuk terminal tidak harus kotak seperti masterplan, bisa di modifikasi. Modifikasi tidak boleh kearah landasan, Namun kearah bukit. Perhatikan jarak  bebas bangunan 75m dari landasan (sesuai peraturan KKOP)
  • Ketinggian bukit mencapai 75m hingga puncaknya.
  • Lahan yang akan di desain untuk penumpang sebanyak 230.000/tahun, dengan jam sibuk 514 penumpang,
  • Standar terminal adalah 14/m2/penumpang, jika di kali dengan 514, maka lebih dari 4000m2 sekitar 7000sekian/m2 belum termasuk konsesi, namun karena keterbatasan yang kami minta hanya 4000m2 untuk bangunan terminalnya, untuk mencapai angka ideal, peserta dapat memberikan usulan arah pengembangannya. masterplan setiap 5 tahun-nya akan di evaluasi.
  • Dari luas lahan 4000m2 di bangun bandara domestik (bukan internasional)
  • Jumlah pesawat movement 8 (baik take off atau landing), (merevisi data “lampiran 2”)
  • 4000m2 belum termasuk konsesi,penambahan sekitar 30% belum termasuk utilitas sekitar 20%. Sebagai info, rata-rata konsesi bandara di indonesia hanya mencapai 10% tidak sampai 30%.
  • Terminal direncanakan tidak memerlukan gerbarata.
  • Ketinggian terminal bebas, namun perlu diperhatikan masalah kenyamanan dan juga pada area sirkulasi GSE diperlukan ketinggian setidaknya 4,5 m untuk dapat dilewati kendaraan GSE
  • Jalan akses dari parkiran menuju apron tetap harus ada untuk akses GSE

Masukan dari Teguh Pratomo

  • Masterplan yang ada sebagai referensi, bisa menjadi acuan atau tidak, namun perubahan yang dibuat jangan sampai terlalu ekstrim dari masterplan yang ada.
  • Guide (masterplan) yang  di berikan agar hasil desain yang para peserta tidak melanggar peraturan oprasional keselematan.
  • Mohon diperhatikan jarak dari terminal ke apron, jarak penumpang menuju ke pesawat diusahakan sedekat mungkin, di utamakan tanpa menggunakan alat bantu (seperti travelator).
  • Jika terdapat terminal di atas bukit maka di pikirkan juga jarak dari terminal tersebut ke apron, jangan sampai hal tersebut dapat menyusahkan penumpang.

video aanwijzing dapat diunduh di link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=gnvIgJLmgdM